RENGAT -- Perjuangan anak-anak warga suku Talang Mamak Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk meraih pendidikan menarik perhatian produser film di Jakarta, rencananya kisah inspiratif ini akan diangkat dalam film layar lebar.

Kisah anak-anak warga Suku Talang Mamak ini bermula diangkat dalam pertunjukan seni tari oleh seorang warga Kabupaten Inhu yang bernama Maulana Syahputra.

"Kemudian dia membuat suatu ide cerita dan akhirnya menarik perhatian seorang produser film di Jakarta yang bernama Surat," kata sebuah sumber yang dipercaya Rabu 13 April 2016.

Sementara itu Maulana Syaputra yang pertama kali mengangkat kisah tersebut ke Seni Tari membenarkan bahwa Pak Surat sangat tertarik untuk mengangkat ide cerita yang buatnya  kedalam film layar lebar.

"Untuk mewujudkan hal ini kita telah bekerjasama dengan Art Media Production", ujar Maulana Syahputra lagi.

Berbagai persiapan sedang dilakukan untuk pembuatan film yang bertajuk "Sinar Dibalik Awan", dimana film ini nantinya sangat menarik karena menceritakan perjuangan anak - anak warga suku Talang Mamak yang berada di daerah pedalaman menantang rintangan dalam meraih pendidikan.

Untuk pembuatan film ini, kata Maulana, sudah ada 1500 orang lebih yang menjadi peserta casting, yang dilakukan di dua tempat, yakni kota Rengat dan kota Pekanbaru.

"Antusias masyarakat sangat besar agar terlibat dalam film ini, pastinya pemeran film ini akan melibatkan masyarakat Riau, terutama masyarakat Kabupaten Inhu, karena syuting film ini dilakukan di daerah suku Talang Mamak," sebutnya.

Selain melibatkan anak - anak daerah menjadi pemeran, pihaknya juga telah memilih kandidat artis - artis nasional menjadi pemeran dalam film tersebut. 

"Saat ini artis yang sudah dikonfirmasi ada dua, yakni Mathias Muchus dan Yati Surachman, dan banyak lagi artis - artis terkenal yang bakal menjadi pemeran dalam film ini nantinya," jelas Maulana.

Maulana berharap, sebagian hasil penjualan film ini nantinya akan disumbangkan untuk membantu pendidikan anak - anak warga Suku Talang Mamak di Kabupaten Inhu, itulah Impian saya, tutupnya.**(ali)