PEKANBARU -- Pengetahuan dalam mengurangi atau meminimalisir dari dampak bencana tidak hanya bagi petugas di instansi terkait, insan disektor pendidikan pun harus mampu dan paham akan hal tersebut. Terlebih bencana tidak mengenal waktu dan tempat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Riau diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Dra Dewi Riyawati Andamari saat membuka kegiatan Kegiatan Bimtek Penanggulangan Resiko Bencana PKPLK Se-Provinsi Riau tahun 2017 di Hotel Pesona Pekanbaru, kegiatan tersebut berlangusng 22 s/d 25 Maret 2017. 

Dewi mengatakan, bencana adalah sebuah hal yang tidak pernah diketahui kapan akan terjadi atau dimana lokasi yang terdampak. Karena itu, bersiap siaga adalah satu hal yang dapat dilakukan oleh siapa pun dan dimanapun berada.
 
"Bencana merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan kegiatan bimtek ini memberikan pengetahuan dasar tentang konsep penanggulangan bencana dan meningkatkan pemahaman steakholder serta pentingnya pendidikan penanggulangan resiko bencana," sebutnya.

Karen itu, lanjut Dewi, perlu adanya upaya-upaya kongkrit yang harus dilakukan untuk dapat mengurangi resiko bencana mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dan perencanaan yang baik untuk menghadapi ancaman yang ada di sekitar kita, salah satunya adalah penguatan kapasitas dengan pengetahuan dan pendidikan baik di masyarakat ataupun di sekolah.

"Kita harus menciptakan suasana belajar yang ramah anak dan siaga terhadap bencana, karena bencana akan mendatangkan penyakit. Tidak hanya penyakit dalam jangka pendek tapi juga akan berdampak jangka panjang dan bencana tidak bisa ditangani sendiri,"ungkapnya.

Adapun peserta dalam Bimtek ini sebanyak 100 orang yang berasal dari 12 Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau.**(mad)