TALUK KUANTAN -- Malam penutupan penyuluhan budaya dengan tema menggali potensi muatan lokal budaya melayu yang di taja oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru di Desa Pangalian Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Sabtu 22 April 2017 malam berlangsung meriah. 

Berbagai kesenian ditampilkan seperti tari zapin usik mengusik dari mahasiswa Unilak, tertawak, Silat dan Randai dari desa setempat, bahkan dosen dan Dekan I FIB Unilak juga tampil membacakan yang berjudul Burung Gagak.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penyehan hadiah kepada pemenang lomba seperti lomba seluncur, lomba baca puisi tingkat SMA dan.lain srbagainya. Dan yang lebih menarik dan mengesankan lagi adalah penampilan seniman Riau yang juga dosen Unilak yakni TM Sum,  yang membacakan pusi doa seorang pejabat ciptaan Han Jabar, kwmusian penampilan Dekan I FIB Unilak Hermansyah SS M Him, dengan puisinya burung Gagak. Penampilan kedua seniman Riau ini memukau penonton yang hadir, hingga suasana menjadi sangat meriah.

Camat Kuantan Hilir Seberang Drs Arian Arnofis dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan moril buat mahasiswa dan masyarakat setempat. Kepada mahasiswa ia berpesan agar apa yang telah didapatkan di daerahnya  dalam.beberapa hari tersebut bisa menjadi wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa, dan itu adalah sebagian kecil dari kebudayaan yang ada di Kabupaten Kuansing, khususnya Kecamatan Kuantan Hilir Seberang,

"Semua itu semoga dapat memberikan pencerahan bagi mahasiswa agar jangan sampai budaya kita diambil orang lain, dan menjadi harapan juga terutama dari ninik mamak sebagai pewaris budaya yang ada di daerah ini bisa dilestarikan. Dan saya berpesan segala yang baik-baik yang dapat disini silahkan dibawa ke Pekanbaru, namun segala yang jelek tinggalkan lah di sini," harapnya.

Kepada masyarakat setempat, camat juga mohon maaf atas segala salah dan silap mahasiswa selama di Desa Pangalian, mungkin penampilannya yang acak-acakan, karena sebagai seniman penampilan mahasiswa memang nyentrik sebagaimana  seniman lainnya. "Tapi, Alhamdulillah kita punya generasi untuk melestarikan budaya kita,  seperti penyair yang mengangkat budaya Melayu yang ada daerah ini, dan Riau umumnya, untuk menjadikan Riau sebagai pusat budaya melayu di asia tenggara," katanya.

Penampilan seniman Riau yang juga Dosen FIB Unilak tersebut begitu memukau, TM Sum, membacakan puisi Doa eorang pejabat, ciptaan K. Sembari dan Dekan I FIB Unilak Hermansyah SS M Him, membacakan puisi burung Gagak. Penampilan kedua seniman senior ini, membuat suasana begitu meriah dan semarak.