PASIR PENGARAYAN -- Sebagai salah satu bagian dari Negeri Melayu Riau, Kabupaten Rokan Hulu masih dikenal dengan keramahan adat lokal serta menjungjung tinggi adat-istiadat. Seperti di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah. Pemerintah desa setempat tengah membuat program adat-istiadat, guna meminimalisir aksi kriminitas.

Nantinya, setelah program ini mulai berjalan. Setiap warga setempat dan pendatang wajib mengambil salah satu suku melayu yang ada di Rohul sebagai orang tuanya di kampung. Jadi apabila terjadi suatu permasalahan maka akan diselesaikan secara kekeluargaan dan adat istiadat yang berlaku.

Program terbaru desa di Negeri Suluk Berpusaka nan Hijau julukan Kabupaten Rohul ini, mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Negeri Riau (UNRI).

Dr Firdaus selaku Ketua Tim Fakultas Hukum UNRI mengaku, tertarik dengan program adat ini, pihaknya siap untuk memberikan suport dan dukungan sehingga program ini bisa berjalan lancar.

Dikatakannya, hukum adat lebih efektif diterapkan di tengah-tengah masyarakat, mengingat, adat ini lebih mengedepankan rasa kekeluargaan dan toleransi.

“Program ini menarik, makanya kami datang kesini untuk melakukan riset, bagaimana pelaksanaan dari program ini,” kata Dekan Fakultas Hukum UNRI tersebut di sela-sela kunjungan ke Desa Babussalam, Jumat 3 November 2017.

Kepala desa Babussalam, Basron mengaku dari 2.473 jiwa jumlah penduduk di desanya, sekitar 400 orang merupakan pendatang yang belum mengambil suku.

Untuk itu pihaknya dalam waktu dekat akan membuat acara prosesi masuk suku melayu secara bersama-sama, tentunya dengan tidak membebani masyarakat yang ingin masuk suku tersebut.**(mcr)