PEKANBARU -- Salah seorang Legislator Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru, Yusuf Sikumbang menyebutkan, persoalan banjir atau genangan air yang terjadi di Kota Pekanbaru sudah sangat memprihatinkan. Terjadi hujan hanya sekitar satu hingga dua jam, Kota Pekanbaru sudah "berkuah" hampir disemua wilayah.

Hal ini harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah, apalagi selaku ibu kota provinsi yang merupakan cerminan Provinsi Riau. Penanganan total drainase sudah mendesak. Harus dilakukan secara menyeluruh tidak sepenggal-sepenggal yang tidak tahu muara air kemana. Sehingga air hanya berputar-putar disitu-situ saja.

Kota Pekanbaru harus memiliki tiga hingga empat waduk berukuran besar yang dibuat di empat titik rawan banjir sebagai penampungan air. Dari waduk besar ini dibuat aliran atau kanal-kanal yang nengalirkan air rersebut ke sungai yang ada seperti sungai siak atau sungai kampar.

"Ini memang memerlukan keseriusan Kepala Daerah dan seluruh elemen yang ada. Terutama dari Pemerintah Provinsi karena anggaran Pemko juga terbatas. Harus disatukan keinginan dari Pemko seperti apa dan Pemprov srperti apa, karena mereka punya anggaran," jelasnya memberikan solusi akhir pekan lalu.

Disampaikan juga oleh politisi PKB ini, akibat banjir atau genangan air yang terjadi selama ini telah membuat banyak jalan raya yang ada jadi rusak. Ini malah buat kerugian daerah jadi lebih besar. "Atasi banjir juga peran masyarakat dituntut serius untuk tidak buang sampah sembarangan apalagi ke sungai atau aliran air. Dismping itu tata letak pembangunan rumah yang sudah tidak menetu. Ditambah bangunan gedung atau ruko yang tidak punya resapan air," tambanya.**(mcr)