PEKANBARU -- Sebanyak 180 orang ikuti workshop desain kreasi pakaian tradisional yang ditaja Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Seratusan peserta worksop ini tak hanya mendapatkan pelatihan bagaimana merancang, tapi juga diajari bagaimana menenun lalu dilombakan dengan memperagakannya.

Workshop desain kreasi pakaian tradisional ini telah dibuka oleh Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim kemarin di Hotel Evo. Kegiatan ini berakhir hingga 24 November mendatang.

"Pesertanya ada 180 orang. Mereka dari berbagai daerah. Tujuannya tentu tidak hanya memperkenalkan tapi juga membekali keahlian melalui desain kreasi pakaian tradisional ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zein, Ahad 19 November 2017.

Untuk pelatihan kreasi pakaian tradisional ini, panitia mendatangkan desainer dari Jakarta. Kemudian, dihadirkan juga budayawan dan perupa dari Riau, Amrul Salmun. Pembicara lokal ini berbicara soal bagaimana cara menenun.

"Kita datangkan desainer dari Jakarta. Peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan bagaimana cara mendesain, misalnya apa langkah-langkahnya. Dari lokal ada Amrul Salmun, seorang budayawan dan perupa. Dia berbicara soal bagaimana cara menenun," jelas Yoserizal.

Kegiatan workshop ini diharapkan akan dapat memunculkan perancang kreasi pakaian tradisional yang handal, khususnya busana Melayu. Karena seiring perkembangan zaman, model pakaian kreasi Melayu juga harus tetap bermunculan agar tetap diminati.

"Alhamdulillah, peserta sangat antusias mengukti workshop ini. Tentunya kami harapkan, setelah mengikuti kegiatan ini bisa diaplikasikan nantinya sebagai desainer yang handal bagaimana menciptakan kreasi pakaian tradisional, khususnya Melayu.**(jai)