PEKANBARU -- Guna meningkatkan pengawasan dilapangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pekanbaru mengaku perlu melakukan penambah personil satuan tugas (satgas Kebersihan). Sebagaimana diketahui, saat ini jumlah Satgas yang ada sebanyak 30 orang.

Kapala Dinas DLHK Pekanbaru, Zulfikri, mengatakan bahwa satgas yang dimiliki saat ini berjumlah 30 orang untuk mengawasi 45 titik-titik yang rawan terjadi tumpukan sampah. Jumlah ini masih kurang, jika dibandingkan dengan luasnya kota wilayah Kota Pekanbaru.

"Jumlah satgas yang ada saat ini masih kurang. Seharusnya DLHK butuh personil Satgas sekitar 100 orang. Mudah-mudahan hal ini bisa terealisasi. Sehingga kedepan, tidak akan ada lagi tumpukan sampah di kota Pekanbaru," ungkapnya.

Mwnurut Zulfikri, tugas satgas Kebersiahan ini sebenarnya terbilang berat. Dimana, mulai dari sosialisasi, pencegahan serta memberi sanksi kepada pelaku pembuang sampah sembarangan.

"Saat ini, kita masih dalam tahap sosialisasi. Namun, tahun depan kita sudah mulai memberikan efek jera. Mulai dari sanksi sosial hingga menjatuhi denda sesuai Perda, "tegasnya.

Zulfikri menambahkan, untuk melakukan penambahan personil Satgas ini. Pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Walikota hingga mengajukan anggarannya ke BPKAD Pekanbaru.

"Semoga pengajuan ini segera terealisasi dan tidak dicoret. Pasalnya, tujuan kita bagus agar Pekanbaru terbebas dari tumpukan sampah,"harapnya.

Ditanya terkait urgensi penambahan Satgas kebersihan, Zulfikri menjelaskan bahwa fasilitas kebersiahan di kota Pekanbaru masih sangat minim. Seperti tempat pembungan sampah sementara (TPS) jumlahnya masih sedikit. Banyak warga yang tidak tahu kemana mau buang sampah.

"Dengan adanya satgas kebersihan ini, maka secara langsung akan memberikan pelajaran dan pemahaman kepada masyarakat agar buang sampah tepat waktu. Yakni dari jam enam malam hingga enam pagi. Dengan begitu tidak ada lagi tumpukan sampah disiang hari,"tutupnya.**(saf)