PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Balai Besar KSDA Riau bekerjasama dengan Vesswic melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap Gajah latih binaannya. Untuk kali ini dilakukan pengambilan sampel darah untuk Screening Mycobacterium tuberculosis.

Hingga saat ini sebanyak 47 ekor Gajah latih di Riau telah diambil sampel darahnya. 23 ekor jdiantaranya jantan 24 lainnya betina. Lokasi riksakes dari lokasi antara lain Minas, Perawang, Buluh Cina, Kasang Kulim, Ukui, Duri dan Gondai Riau.

Proteksi Gajah latih melalui Screening Mycobacterium tuberculosis Zoonosis adalah jenis penyakit atau infeksi yang secara alami dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan atau sebaliknya. Penularan dari hewan ke manusia melalui beberapa cara; yaitu kontak langsung dengan hewan pengidap zoonosis dan kontak tidak langsung melalui vektor atau mengkonsumsi pangan yang berasal dari ternak sakit atau melalui perantara udara ketika seseorang berada pada lingkungan yang tercemar.

Salah satu penyakit zoonosis yang kerap terjadi adalah Tuberculosis (TB). Penyakit tuberculosis ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan pernapasan, batuk berdarah, badan menjadi kurus dan lemah. Bakteri ini dapat berpindah dari saluran pernapasan melalui percikan dahak, bersin, tertawa atau berbicara, kontak langsung, atau dari bahan pangan dan air minum yang tercemar.

Apabila telah terinfeksi TB, penderita harus melakukan pengobatan selama 6 bulan hingga setahun lamanya dengan meminum obat secara rutin.

Kegiatan ini dilakukan Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Riau untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

"Tidak hanya satwa yang diperiksa, namun petugas juga harus diperiksa demi melakukan antisipasi," ujar Rini Deswita selaku dokter hewan klinik transit satwa Balai Besar KSDA Riau.

Sampel yang diperiksa dalam kegiatan Pemeriksaan Tuberkulosis tersebut adalah berupa koleksi sampel serum dan darah yang akan dibawa ke laboratorium Medika Satwa Bogor untuk ditindaklanjuti.**(jai)