PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Persoalan ganti rugi lahan yang tak kunjung diselesaikan Pemkab Rohil dan perusahaan yang berjanji akan membangunkan jalan. Kelompok Tani Sawit Kabupaten Rohil melaporkan persoalan tersebut, Kamis 8 Februari 2018 ke DPRD Provinsi Riau.

Pimpinan rombongan petani, Tembel Surbakti mengatakan sejak tahun 2003 di lokasi lahan itu sekitar 250 KK telah meninggalkan lahan dalam keadaan diisi tanaman sawit dan rumah.

Kelompok Tani Sawit Permai Rantau Bais kabupaten Rokan Hilir mengadukan persoalan tersebut kepada Komisi I DPRD Riau yang membidangi Hukum dan Pemerintahan. Mereka mengadukan persoalan ganti rugi lahan mereka seluas hampir 500 hektar yang belum diselesaikan PT Chevron sejak 2003 silam. PT Chevron baru menyelesaikan ganti rugi tanaman dan bangunan.

Namun, belum menyelesaikan ganti rugi lahan sesuai dengan Perjanjian dengan PT Chevron dan Pemda Rohil. Padahal, sejak tahun 2003 di lokasi lahan itu sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) sudah meninggalkan lahan yang didalamnya ada rumah dan tanaman sawit.

"Jadi, sampai sekarang pengganti lahan yang belum direalisasikan. Itulah yang menjadi tuntutan kita supaya Chevron dan Pemda Rohil, sesuai perjanjian yang sudah disepakati 2003," ungkap Pimpinan Kelompok Tani Tembel Subekti menyampaikan tuntutan mereka kepada dewan.

Perjanjian pergantian lahan belum direalisasikan dan dalam perjanjian juga disepakati PT Chevron juga akan membangunkan jalan pada lahan pengganti tersebut. Kendati, Kepala Daerah Kabupaten Rohil sudah memerintahkan camat dan Kades untuk menentukan lahan yang akan diganti, namun itu belum diselesaikan.

"Jangankan jalan dibuatkan, sampai saat ini belum ada penggantian," imbuh Tembel.

Menanggapi laporan Kelompok Tani tersebut, Komisi I DPRD Riau menindaklanjuti laporan yang disampaikan dengan melakukan komunikasi dengan Pemkab Rohil. Pasalnya, berdasarkan kesepakatan antara Pemkab Rohil, PT.Cevron dan para petani, dimana ganti rugi lahan menjadi tanggung jawab Pemkab Rohil dan PT.Chevron yang bertanggung jawab membangunkan jalan.

'Sesuai kesepakatan yang kita minta memang ganti rugi lahan menjadi kewajiban Pemkab Rohil, dan PT Chevron untuk membangunan jalan," pungkas Taufik.**(rud)