• Jaafar Arief

BENGKALIS -- Gaungriau.com -- Di awal musim panas tahun 2018 ini banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis. Terdapat beberapa titik api terpencar di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Hampir di setiap Kecamatan terjadi kebakaran lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis di tuntut untuk bekerja extra dalam menangani kebakaran hutan dan lahan Kabupaten ini.

Jaafar Arif Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) menjelaskan ada beberapa kebakaran lahan di Kabupaten Bengkalis seperti di Bantan seluas 2 hektar sudah dipadamkan, di Temberan tepatnya sekarang Desa Damai seluas 3 hektar sudah di padamkan tadi malam, Desa Sri Tanjung Rupat sekitar 15 hektar belum dapat di padamkan sampai saat ini, Desa Tasik Serai Barat 5 hektar sudah dapat di padamkan semalam, Desa Bandar Jaya Kecamatan Siak Kecil dan baru siang ini di Bantan sekitar tempat pembuangan sampahterjadi kebakaran lahan lagi. Dalam pemadaman lahan ini BPBD Bengkalis dibantu oleh Damkar, TNI, Polri dan juga masyarakat.

Lanjut Jaafar Arif, mulai hari ini ditetapkan sebagai Hari Siaga Tanggap Darurat Karhutla. Dalam upaya mencegah dan menangani kebakaran lahan dan hutan kita pun membuat posko-posko di Kecamatan yang didalamnya terdiri dari TNI, Polri, Polisi Pamongpraja, Dinas Kesehatan, Pramuka, Damkar dan BPBD.

Personil di posko tersebut berkisar lebih kurang 20 orang, Posko tersebut di bagi menjadi beberapa rayon misalnya rayon satu Bengkalis, Bantan rayon dua Bukit Batu, Siak Kecil, dan seterusnya. Personil untuk penanggulangan bencana memang sangat kurang, di Kecamatan saja hanya satu orang yang merupakan Pos Dating yang tugasnya menghimpun data dan menginformasikan ke Kantor.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga mengajak beberapa Desa untuk dijadikan Desa Tanggap Bencana yang mana Desa tersebut akan di bantu oleh Pemerintah Pusat peralatan penangulangan bencana, pemadam kebakaran dan lainnya," tutupnya.**(put)