• Noviwaldy Jusman

PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman melaporkan kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI terkait adanya Harimau Sumatera liar yang sudah memakan dua orang korban di Indragiri Hilir (Inhil).

Politisi Demokrat ini melaporkan agar supaya Harimau Sumatera itu ditangkap dan diselamatkan karena merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi.

Menurut Noviwaldy yang akrab disapa Dedet ini, hewan jenis Harrimau ini sebenarnya tidak akan mengganggu sejauh habitatnya tidak terganggu. Untuk itu, Badan Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diminta supaya melakukan penyelamatan dan melakukan pengendalian.

"Jangan sampai (Harimau Sumatera) itu dibunuh dan kita serahkan BKSDA supaya melakukan penyelamatan,l terang Dedet kepada wartawan kemarin di gedung DPRD Riau.

Ketika ditanya sampai saat ini belum ada progres yang dilakukan BKSDA. Legislator Dapil Pekanbaru ini menjelaskan, dirinya akan meminta langsung BKSDA untuk turun bertindak melakukan penangkapan dan penyelamatan Harimau Sumatera tersebut.

"Dan saya akan minta BKSDA langsung. Kalau perlu kita minta BKSDA dalam dua kali 24 jam ini untuk melakukan penyelamatan. Saya akan kasih tau langsung Menteri karena saya tahu menteri itu juga pecinta satwa," ujar Dedet.

Sebagaimana diketahui, Harimau liar menyerang lagi warga di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Korban seorang buruh bangunan bernama Yusri (34) diserang harimau ini juga tewas dengan luka gigitan di leher, Sabtu (10/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Lokasinya tersebut sekitar 20 km dari lokasi korban pertama bernama Jumiati.**(rud)