PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Kurun waktu Dua tahun terakhir Provinsi Riau mampu terbebas dari kabut asap akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut), kondisi ini tak terlepas dari ketanggapan para Camat dalam memantau wilayahnya masing-masing.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi SE MSi saat membuka kegiatan Rapat koordinasi Gubernur Riau dengan Camat se Provinsi Riau, di Grand Central Hotel Pekanbaru, Jumat 23 Maret 2018.

Dikatakan Sekda, sebagai bagian pemerintah dibawah Kabupaten/Kota, Camat memang sangat berperan penting dalam memberi informasi terkait terjadinya Karlahut didaerah atau diwilayah mereka, dengan selalui siap siaga, bahaya Karlahut yang lebih luas bisa dihindari.

"Camat itukan mempunyai wilayah Desa atau Kelurahan, nah dari laporan Desa atau Kelurahan diwilayah mereka jika terjadi Karlahut, bisa disikapinya dengan segera melapor ketingkat Kabupaten/Kota, atau juga langsung ke tim Karlahut di Provinsi," kata Sekda.

Dengan terjalin kerjasama yang baik mulai dari masyarakat Desa/Kelurahan, Kabupaten hingga Provinsi, maka bahaya Karlahut yang bisa berdampak terjadinya kabut asap yang sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat, akan bisa dihindari.

Karena itulah, lanjut Sekda, tahun 2018 ini Pemerintah Provinsi Riau juga bertekad untuk terbebas dari persoalan kabut asap. "Salah satu upaya nya adalah dengan terus melakukan pemantauan udara, dan melakukan penyiraman jika ditemukan Karlahut, baik dari udara maupun tim di darat, dan semoga tahun ini kita bisa kembali terbebas dari kabut asap," pungkasnya.**(mad)