BENGKALIS -- Gaungriau.com -- Setelah pekan lalu melakukan penggeledahan di sejumlah kantor di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dalam perkara dugaan korupsi proyek Multi Year (MY) pada dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kabupaten Bengkalis.

Hari ini, Selasa 27 Maret 2018 giliran Lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi termasuk Ketua DPRD Bengkalis H Abdul Kadir dan Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Jondi Indra Bustian di Gedung KPK.

“Iya, hari ini ada empat saksi kita agendakan diperiksa di Gedung KPK di Jakarta,”ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dihubungi Selasa 27 Maret 2018.

Dikatakan Febri, ke empat saksi diperiksa Ketua DPRD kabupaten Bengkalis Abdu Kadir, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis, selain itu Staf PT Widya Sapta Contractor Heru Kuncoro, Tenaga ahli teknis PT Mawartindo Road Contruction, Wayan Sumerta.

Keempat saksi tersebut dimintai keterangan dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih (Multiyear) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2013 – 2015 yang saat ini sedang di sidik KPK.

Febri Diansyah saat ditanya kaitan saksi Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir dengan proyek peningkatan jalan Pangkalan Nyirih (Multiyear) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2013 – 2015. Seperti diketahui bahwa jabatan Abdul Kadir dilantik sebagai Ketua DPRD pada 2016.

“Jika saksi diperiksa tentu keterangannya dibutuhkan karena ia pernah melihat, mendengar atau mengetahui bagian dari peristiwa perkara yang sedang kami sidik ini,”tegas Febri.

Ia juga mengatakan pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari upaya pelengkapan berkas perkara untuk dua tersangka M. Nasir mantan Kepala dinas Pekerjaan Umum Bengkalis, Provinsi Riau yang saat ini menjabat Sekdako Dumai, dan Hobby Siregar Direktur PT Mawartindo Road Contruction.**(put)