JAKARTA -- Gaungriau.com -- Sejak diluncurkannya program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melaksanakan 21 kegiatan.

Kegiatan tersebut antara lain, Gerakan bersih-bersih sampah di sejumlah kantor Instansi pemerintah, kegiatan peduli lingkungan DLH Bersama Masyarakat, Mensosialisasikan pemanfaatan Barang-Barang Bekas 3R di beberapa desa dan Gotong Royong Peduli Lingkungan bersama Masyarakat dan siswa di sejumlah Sekolah Dasar.

Kepala DLH Kabupaten Bengkalis, Arman AA mengatakan, TBBS dilaksanakan mulai tanggal 21 Januari sampah dengan 21 April 2018, yang dikaitkan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2018.

"Isi dari TBBS itu meliputi sosialisasi kebijakan dan program pengelolaan sampah, gerakan kebersihan sampah dan fasilitasi kegiatan bersama masyarakat dengan tujuan untuk menciptakan aksi bersama dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, Alhamdulillah dengan dukungan Organisasi Perangkat Daerah dan masyarakat, kita sudah melaksanakan program TBBS dengan baik," ungkap Arman, Senin 2 April 2018.

Arman berharap, setelah program TBBS berkakhir, semangat masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memberdayakan sampah tetap berlanjut.

"Sesuai Surat Edaran Bupati Bengkalis yang disebarkan bulan Februari lalu, semua elemen di Negeri Junjungan diimbau agar mejaga kebersihan sampah di daerah masing masing, membersihkan lingkungan sekaligus melakukan pemilahan sampah dan mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah dan mengelola kembali sampah yang ada," jelasnya.

Kemudian Arman mengajak masyarakat Bengkalis untuk memanfaatkan bank sampah Berseri yang berada di Jalan Rumbia, Kecamatan Bengkalis, menurutnya dengan menfaatkan bank sampah bisa menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Bengkalis.

"Untuk mengurangi sampah dibutuhkan kesadaran dan kerjasama aktif dari seluruh elemen masyarakat, salah satunya memanfaatkan keberadaan bank sampah. Biasakan memilah sampah karena barang-barang bekas itu bisa berguna dan bisa dijadikan uang, misalnya botol, besi, koran dan sampah yang bernilai ekonomis lainnya," ajak Arman.**(put)