PELANGIRAN -- Gaungriau.com -- Aktivitas perusahaan PT TH Indo Plantation (THIP) di Sungai Simpang Kanan membuat resah masyarakat Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.

Akibat aktivitas bongkar muat dan hilir mudik ponton bertonase besar milik perusahaan sawit tersebut merusak bibir sungai.

Pantauan di lapangan, tepat di seberang kawasan kantor pusat PT THIP, aktivitas kapal dan ponton milik perusahaan tersebut mengakibatkan abrasi sungai hingga puluhan meter.

Bahkan saat ini abrasi sungai mencapai ke sisi rumah milik warga yang bermukim di pinggiran sungai. Untuk menahan abrasi yang bakal meluas masyarakat dusun Parit Pinang terpaksa membangun tanggul secara swadaya.

Latif, warga setempat kepada Inhil Klik mengungkapkan pihaknya sudah menyampaikan keluhan warga kepada pihak perusahaan, namun tidak ada tanggapan.

"Sudah kita sampaikan, tapi tidak ada tanggapan," ujar Latif, Rabu 2 Mei 2018.

Selain itu, kapal dan ponton milik purasahaan yang bernaung dibawah Wilmar Group itu dinilai parkir atau berlabuh sesuka hati hingga memakan tempat hingga ke tengah sungai.

Seperti yang terjadi pada Kamis 3 Mei 2018 ponton yang parkir hingga ke tengah sungai meyebabkan sampah rumput (bakong) yang hanyut dari hulu sungai sangkut di pontong yang meyembabkan sungai tersumbat tidak bisa dilalui oleh kendaaraan air.**(suf)