PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru akan menerapkan layanan berbasis online, khususnya untuk kepengurusan administrasi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) berbasis online.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Kendi Harahap mengatakan bahwa inovasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperlancar mekanisme pengurusan KIR kendaraan. Sehingga masyarakat merasa terbantu dan dimudahkan dalam hal kepengurusannya.

"Tahun ini kita wacana akan diterapkan sistem online di KIR. Jadi masyarakat tidak susah-susah lagi. Cukup melalui gadget, semua pengurusan KIR bisa dilakukan," ujarnya, Ahad 13 Mei 2018.

Menurut Kendi, pembayaran transaksi kepengurusan KIR melalui sistem online ini dilakukan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru pada sektor retribusi KIR yang ditargetkan sebanyak Rp6,5 miliar.

"Kalau lihat fenomena sekarang, orang enggan mengurus KIR disebabkan beberapa faktor. Kalau tidak ada razia, jemput bola, atau sosialisasi tentang KIR ini, saya lihat kesadaran masyarakat masih sangat rendah," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Kendi mengimbau agar pemilik kendaraan umum maupun kendaraan angkutan barang agar segera membantu persoalan ini untuk mendorong keselamatan dan kenyamanan pengendara dalam menggunakan fasilitas jalan raya.

"Inilah fungsi utama kenapa KIR itu begitu penting dalam dunia keselamatan, Ya karena, kalau tidak ada aturan, mungkin ya bisa bebas-bebas saja kendaraan bertonase besar. Atau kendaraan yang tidak laik jalan mengganggu pengguna jalan lainnya, yang juga berdampak terhadap jalan yang jadi rusak, jadi perlu kita himbau untuk rutin dilakukan pengecekan," katanya lagi.

Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan PAD pada UPTD KIR ini sebesar 6,5 miliar dari tahun ke tahunnya. Namun, berdasarkan hasil yang didapatkan di lapangan, UPTD KIR Kota Pekanbaru pada tahun 2017 lalu hanya mampu merealisasikan target tersebut sebesar Rp4,5 miliar.**(saf)