• Edwar Sanger

PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Sore ini, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau terpantau nihil. Berbeda dengan situasi pagi tadi, jumlah hotspot mencapi 80 titik, tersebar di beberapa daerah di Riau.

"Alhamdulillah, sore ini hotspot nihil," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, Rabu 18 Juli 2018.

Menurut Sanger, BPBD Riau bersama unsur lainnya seperti TNI, Polri, manggal agni. Baik melalui tim udara mau pun darat yang tergabung dalam Satugas Tugas (Satgas) Karhutla dipimpin Danrem 031/WB Brigjend TNI Sonny Aprianto terus berupaya melakukan langkah penanggulangan.

Khusus dari tim Satgas udara, hari ini dikerahkan empat helikopter yang digunakan untuk kegiatan water boombing (pemadaman dari udara). Yakni dua helikopter jenis kamov, sikorsky dan bell 214 masing-masing satu unit.

Kegiatan pemadaman melalui jalur udara ini tak henti-henti menjatuhkan bom air ke titik-titik api yang membakar hutan dan lahan. Ada pun daerah fokus pemadaman masih di daerah Dumai dan sekitarnya.

"Tadi kami bersama Deputy Logistk BNPB pak Rudi Patmanto, pak Patar Sitorus Kasi Op Korem Hampir 3 jam berpatroli menggunakan bell 214. Untuk water boombing Kamov pertama dan Sikorsky fokus melakukan pemadaman api di Medang Kampai. Kemudian Kamov ke dua di Lubuk Gaung Dumai," papar Sanger.

Selain itu, pemadaman dari jalu darat juga terus diupayakan. Baik dari personil BPBD, TNI dan Polri juga tak kalah luar biasa berjibaku memadamkan api.

Ada pun untuk lahan atau hutan yang terbakar yang kemudian berhasil dipadamkan, menurut Sanger mayoritas areal terbuka. Ada juga diantaranya terpantau beberapa titik-titik api ada di sekitaran daerah perkebunan yang sudah terblok kanal.

"Memang ada, tapi yang jelas tugas kami yang pertama adalah melakukan penanggulangan. Kewajiban kami bagaimana Karhutla bisa diminimalisir," ujar Sanger.**(jai)