• Ketua KPU Riau Nurhamin (tengah)

PEKANBARU--Gaungriau.com- KPU Provinsi Riau akan menetapkan pleno terbuka penetapan calon terpilih gubernur dan wakil gubernur Riau Tahun 2018 besok, Selasa 24 Juli 2018 di Hotel Arya Duta Pekanbaru. Penetapan dilakukan KPU Provinsi Riau setelah adanya pengumuman surat register perkara perselisihan hasil pemilihan dari mahkamah konstitusi (MK) hari ini. Senin 23 Juli 2018.

Ketua KPU Riau Nurhamin menjelaskan, sesuai koordinasi dengan KPU RI, besok Rabu 24 Juli 2018 KPU Riau akan mengelar pleno terbuka penetapan calon terpilih gubernur dan wakil gubernur Riau 2018.Penetapan Gubri dan BWagubri terpilih dilakukan Riau bersama provinsi lainnya yang tidak ada mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi seperti Provinsi Jateng, Sumsel dan Bali.

"Maka, besok(Selasa, red) Kita melakukan pleno penetapan Gubri dan Wagubri terpilih. Rapat pleno penetapan gubernur terpilih dilakukan besok serentak diadakan di seluruh provinsi yang tidak ada berperkara dalam pilkada serentak ini,"ungkap ketua KPU Nurhamin kepada sejumlah wartawan Senin 23 Juli 2018.

Penetapan Gubri dan Wagubri terpilih setelah dilakukan Rekapitulasi penghitungan suara pemilihan gubernur Riau Minggu 8 Juli. Penetapan Gubri dan Wagubri terpilih berdasarkan hasil perhitungan pleno tersebut yang dimenangkan oleh paslon nomor urut 1, Syamsuar-Edy Nasution yang memperoleh 799.289 suara atau 38,2 persen.Kemudian, disusul paslon nomor urut 4 Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno dengan 507.187 suara atau 24,2 persen. Sementara, paslon nomor urur 3 Firduas-Rusli Effendi dengan 416.248 suara atau 19,9 persen, dan terakhir paslon nomor urut 2 Lukman Edy-Hardianto dengan perolehan 369.802 suara atau 17,7 persen.Rekapitulasi total suara sah adalah 2.092.526 suara, dan suara tidak sah sebanyak 53.606 suara.

Penetapan Gubri dan Wagubri terpilih dimajukan sehari lebih awal dari rencana awal Rabu 25 Juli 2018 yang mengacu pada aturan hukum PKPU no 9 pasal 52 yang isinya penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dalam keputusan KPU Provinsi. Kemudian penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan paling lama satu hari setelah MK melakukan registrasi perkara perselisihan hasil pemilihan dalam buku registrasi perkara konstitusi.

"Jadi, satu hari setelah registrasi perkara MK diumumkan ya besok Selasa dan dasar itulah yang kita gunakan," ujar Nurhamin.

Dalam pleno penetapan Gubri dan Wagubri terpilih ini, KPU Provinsi Riau akan mengundang seluruh pasangan calon yang bertarung dalam pilgubri 2018 dan juga paslon terpilih, tokoh masyarakat dan unsur forkopinda.

"Terkait teknisnya itu sama dengan pleno sebelumnya, penyampaian hasil perolehan rekapitulasi seluruh suara dari kabupaten dan kota, kemudian dibuatkan dan dibacakan SK penetapan calon dan penandatanganan berita acara," terang Nurhamin.** (rud)