SIAK -- Gaungriau.com -- MUI Kabupaten Siak Minta kepadaPemerintahKabupaten Siak menunda Kegiatan pembagian Vaksin .

Karena berdasarkan UU nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk Halal masih di ragukan.

"Oleh sebab itu, kami dari MUI Kabupaten siak berdasarkan surat edaranMUI pusatkepada menteri Kesehatan, maka, MUI Kabupaten siak meminta kepada Bupati Siak sebagai Datuk Setia Amanah negeri untuk sementara menunda pemberian vaksin MR kepada peserta didik khususnya Muskim di wilayah Kabupaten siak," tegas Ketua MUI Siak Syafuan melalui sekretaraisnya Nizam Muluk MA, kepada wartawanRabu 1 Agustus 2018.

Dikatanya, Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak atau Measles (M) dan Rubella (R). Selama ini umat Muslim kebingungan dengan status Kehalalan vaksin tersebut.

Maka sebab itu, sebelum jelas Jaminan Produk Halalnya kegiatan tersebut di minta di tunda terlebih dahulu.

Seharusnya, setiap produk perlu dipastikan kehalalannya sebagai jaminan bagi kaum Muslim. Status itu ditentukan oleh Sertifikasi Halal MUI.

Selama ini vaksin MR dipropagandakan sudah halal. Namun, fakta itu dibantah tegas oleh pihak MUI dan LPPOM MUI.

MUI pusat belum pernah menerima sampel vaksin terkait, untuk diperiksa kehalalannya.

"Padahal vaksinnya sama sekali belum diperiksa MUI pusat. Bahkan kabarnya Kemenkes tidak pernah mau memberi sampel untuk diperiksa oleh MUI pusat. Jaminan kehalalan produk sangat penting dalam memenuhi hak konsumen. Sampai saat ini produk vaksin yang sudah bersertifikat halal adalah vaksin meningitis dan vaksin flu," tegasnya. Sedangkan vaksin MR atau Rubella dan vaksin difteri belum.**(jas)