• Gedung Menara Lancang Kuning Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

PEKANBARU--Gaungriau.com-- Pasca Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau disahkan dan terbit beberapa bulan lalu. Sebanyak 25 perusahaan perkebunan sawit mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau. Namun, Pemprov Riau melalui DPMPTSP masih menutupi nama-nama perusahaan tersebut dan belum bisa memberikan informasi dengan alasan menjaga nama baik perusahaan.

"Jadi, setelah RTRW Provinsi Riau disahkan tiga bulan lalu. Ada 25 perusahaan perkebunan sawit yang mengurus izin dan saat ini masih dalam proses," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Evarefita, SE, M.Si melalui Kabid Penyelenggaraan Pel.PNP A atau Bidang Perkebunan dan Kehutanan Vera Angelika kepada wartawan, Jumat 10 Agustus 2018 di ruang kerjanya.

Kendati mengaku proses transparan, kata Vera, pihaknya belum bisa menyebutkan nama-nama 25 perusahaan tersebut dengan dalih menjaga kerahasiaan nama baik perusahaan ketika ditanya nama-nama perusahaan yang mengurus izin tersebut dan apakah ada perusahaan ilegal yang sudah beroperasi sesuai temuan dan rekomendasi pansus monitoring lahan DPRD Riau.

"Maaf, kami belum bisa sebut nama-nama perusahaannya. Karena ini menyangkut nama perusahaan dan dalam proses ini ada ditolak atau diterima. Kami akan sampaikan nanti ketika itu sudah selesai dan diterbitkan," ujar Vera menjanjikan.

Ia menyebutkan, 25 perusahaan perkebunan sawit yang mengurus izin di DPMPTSP merupakan perusahaan perkebunan sawit yang berada di kabupaten kota di Riau, terkecuali Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.

Sementara itu, terkait investasi penanaman modal di Riau baik Penanaman MOdal Asing (PMA) ataupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi lokal pada tahun 2017 mencapai Rp25,18 triliun.

"Tahun 2017 target realisasi investasi kita diberikan sebesar Rp20,35 triliun dan terealisasi melebih target sebesar Rp25,18 triliun. Smeentara tahun 2018 ini target 23,64 triliun dan realisasi Triwulan I tercapai Rp9,1 triliun," pungkas Vera.** (rud).