• Panggung Seni Kreatif Dispar Riau, Sabtu 11 Agustus 2018 malam hadirkan Kreatifitas Music Etnic Tradisional di Riau Cretif Center (Simpati Loop Arena) MTQ Bandar Seni Raja Ali Haji

PEKANBARU--Gaungriau.com-- Panggung Seni Kretif pekan ke-18 yang ditaja Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Sabtu 11 Agustus 2018 malam di Riau Cretif Center (Simpati Loop Arena) MTQ Bandar Seni Raja Ali Haji menghadirkan Kreativitas Etnic Music Tradisional yang dibawakan Group Ujung Sirih Community.

Tidak hanya itu, Pentas Seni Kreatif Dispar Riau juga menampilkan Kreativitas tari tradisional melayu Riau yang dibawakan Sanggar Tari Cahaya dan penutup ratusan penonton dihibur Zizi Band. Mereka semuanya merupakan seniman muda yang sudah memiliki segudang prestasi.
Ratusan penonton Pentas Seni Kreatif Dispar Riau terhanyut menyaksikan penampilan Ujung Sirih Community yang membawakan kreatifitas etnic music tradisional.

Personil Ujung Sirih Community diisi talenta muda mayoritas alumni Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) berdiri sejak tahun 2012 lalu, Sarbain membawakan alat music gendang pajang, Fauzi memainkan biola, Yusri Bebano, Ayi akordion, dan Slamet membawakan alat music gong.

Personil Ujung Sirih Community Slamet mengungkapkan ada dua tema karya calempong Toro dari Kuansing dan Nandung dari Inhil bercerita tentang music itu sendiri.

"Sementara judul karya yang kami tampilkan potongan syair mantra memanggil ikan, Nandung dari Inhil dan Calempong Torok dari Kuansing. Jadi, music ini kami eksplor dan kembangkan sedemikian rupa," terang Slamet.

Ia sangat mengapresiasi Pentas Seni Kreatif yang ditaja Dispar Riau karena merupakan sebagai wadah untuk menampilkan dan mengembangkan karya-karya seniman Riau.

"Saya sangat apresiasi iven pentas Seni Kreatif Dispar Riau ini sangat bagus sebagai wadah untuk menampilkan dan mengembangkan kreatifitas dan karya seniman yang ada di Riau," terang Slamet.

Tak hanya sampai disitu, ratusan penonton Pentas Seni Kreatif Dispar Riau dihibur dengan penampilan seni kreatifitas tari melayu dengan judul 'Dapu' atau 'Dapur' semakin menghangatkan suasana yang dibawakan Sanggar Tari Cahaya.

Sanggar Tari Cahaya merupakan Sanggar tari dari SMP Negeri 20 Pekanbaru yang memiliki 5 personil yang masih belia. Mereka yakni, Aika, Desi, Meri, Alda dan Dini yang duduk di kelas 2 atau kelas 8 SMPN 20 Pekanbaru.

Guru Pendamping Sanggar Tari Cahaya Nanda menjelaskan, Sanggar Tari Cahaya merupakan kegiatan Eksul siswa dan siswi SMPN 20 yang berdiri sejak tahun 2012.

"Jadi, sudah berdiri sejak 6 tahun lalu ekskul tari dan sudah memiliki banyak alumni yang saat ini duduk di bangku kuliah juga sering melakukan diskusi," terang Nanda.

Dijelaskannya, karya yang ditampilkan Sanggar Tari Cahaya dengan judul 'Dapu' merupakan karya yang pesan ada hal terkecil yakni dapur. Mengajarkan arti kebersamaan, misalnya masakan sayur bayam pakai garam.

"Jadi, pesan nilai-nilai saling melengkapi dan banyak pesan yang diajarkan dari dapur. Mungkin kecil tapi bisa lupa dan lewat seni tari ini hal positif dan menjadi pembelajaran," papar Nanda.

Sementara, Kasi Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Bero S.Sn, M.Sn menjelaskan, pentas seni kreatif yang ditaja Dispar Riau ini untuk mengembangkan karya-karya inovatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Jadi, pentas seni kreatif ini wadah kreatifitas publik untuk meningkatkan produktifitas karya seni. Karya yang dibawakan merupakan karya apresiasi, karya pendamping biasanya dibawakan penampil dari sekolah. Kemudian dalam penampilan pentas Seni Kreatif ini seniman yang tampil harus membawakan salah satu karya mereka sendiri," terang Bero.

Penampilan penutup ratusan penonton Pentas Seni Kreatif dihibur Zizi Band yang memiliki segudang prestasi diantaranya juara toyota Expo 2017 dan juara EIF 2018. Ratusan penonton ikut berjingkrak dan terhanyut menyaksikan penampilan Zizi Band diisi talenta muda para pelajar yang masih duduk di bangku SMA dengan penampilan pembuka mereka membawakan karya Band DMassive judul Semakin dan Kayalan Tingkat Tinggi karya Band Peterpan.** (rud)