• Pentas Seni Kreatif Dispar Riau

PEKANBARU--Gaungriau.com-- Pentas Seni Kreatif yang ditaja Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau pekan ke-19, Sabtu 18 Agustus 2018 malam menghadirkan Marawis El Sofwah Sanggar Seni Firdaus MAN 1 Pekanbaru, Tari Zapin yang dihadirkan Sanggar Tengkah dan penampilan Retno Satisfacion Band di Riau Creatif Center (Simpati Loop arena) MTQ Bandar Seni Raja Ali Haji.

Ratusan penonton dihibur penampilan pembuka Marawis El Sofwah Sanggar Seni Firdaus MAN 1 Pekanbaru membawakan lagu dengan judul An Nabi. Kemudian, lagu kedua dengan judul Wahdana. Penampilan terakhir Marawis El Sofwah Sanggar Seni Firdaus MAN 1 Pekanbaru ditutup dengan judul Doa Anak Soleh.

"Jadi, penampilan kami tadi dari Marawis El Sofwah membawakan lagu populer dengan kareografer tersendiri," ungkap salah seorang personil El Sofwah Sanggar Seni Firdaus MAN 1 Pekanbaru Arya.

Pembina El Sofwah Sanggar Seni Firdaus MAN 1 Pekanbaru Edi memberikan apresiasi kepada Pentas Seni Kreatif yang ditaja Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

"Kegiatan Pentas Seni Kreatif Dispar Riau ini sangat bagus dan positif menyediakan wadah untuk mengembangkan seniman-seniman kreatif Riau untuk menampilkan dan mengembangkan kreativitas seni mereka," terang Edi.

Penampilan Pentas Seni Kreatif Riau berikutnya menampilkan Tari Zapin yang dibawakan Sanggar Tengkah Zapin Pekanbaru. Ratusan penonton yang hadir dihibur penampilan tari tradisional asal Bengkalis tari Zapin Meskom dan tari colek dari Meranti.

Sanggar Tengkah Zapin ini yang berdiri sejak 5 tahun lalu ini sudah menorehkan berbagai prestasi diantaranya memperoleh penghargaan Sertifikat warisan budaya tak benda sudah diakui pemerintah pusat Kemendikbud tahun 2017. Personil Sanggar Tengkah Zapin ini terdiri dari 8 personil yakni didominasi mahasiswi dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Pekanbaru. Mereka yakni Novi, Megat, Siti, Nindi, Ani, Ayu, Monik, dan Hani.

"Tari tradisional Zapin ini berasal dari Bengkalis merupakan tari untuk menyambut tamu tamu kehormatan, seperti dihadapan raja. Kemudian, tari Sonde merupakan tari hiburan yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti," terang Siti salah seorang Personil Sanggar Tengkah Zapin.

Penampilan penutup Pentas Seni Kreatif Dispar Riau menghadirkan Band Retno Satisfaction.

Ratusan penonton ikut terhanyut menyaksikan penampilan pembuka Retno Satisfaction yang membawakan lagu yang dipopulerkan The Panbers dengan Hujan Badai. Kemudian, Retno Satisfacion membawakan hasil karya mereka sendiri Relays yang menceritakan jangan takut untuk bermimpi.

Ratusan penonton Pentas Seni Kreatif Dispar Riau ikut berjingrak dan bernyanyi menyaksikan penampilan terakhir Retno Satisfaction membawakan lagu Pesawat Tempurku yang dipopulerkan Iwan Fals.

Sementara, Kasi Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Bero S.Sn, M.Sn menjelaskan, pentas seni kreatif yang ditaja Dispar Riau ini untuk mengembangkan karya-karya inovatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Jadi, pentas seni kreatif ini wadah kreatifitas publik untuk meningkatkan produktifitas karya seni. Karya yang dibawakan merupakan karya apresiasi, karya pendamping biasanya dibawakan penampil dari sekolah. Kemudian dalam penampilan pentas Seni Kreatif ini seniman yang tampil harus membawakan salah satu karya mereka sendiri," terang Bero.

Wisatawan Mancanegara mengagumi dan memberikan apresiasi kepada Pentas Seni Kreatif yang ditaja Dispar Riau sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Melayu Riau.

Wisatawan Asal Negeri Jiran Malaysia Dr Kamarulzaman Mohammed Karim yang merupakan Dosen University pendidikan Sultan Idris Perak menilai, Pentas Seni Kreatif yang ditaja Dispar Riau ini merupakan kegiatan positif untuk menjaga tradisi seni dan budaya melayu. Ia datang bersama Pak Ngah Production dan Tim. Kedatangan mereka ke Riau dalam Lawatan dan rapat dengan Dewan Kesenian Riau DKR yang berencana membuat pertunjukan kolaborasi kesenian melayu.

"Kita apresiasi Pentas Seni Kretif Dispar Riau ini dalam menjaga tradisi dan seni budaya Melayu. Tadi, kita kagum tradisi zapin. Karena sulit mendapatkan penampilan tradisional di tengah pusat kota seperti yang digelar Dispar Riau ini. Apalagi, kegiatan ini juga banyak penontonnya," terang Kamarulzaman.

Menurutnya, kegiatan Pentas Seni Kreatif Dispar Riau ini bentuk pelestarian budaya yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

"Apalagi, ini sudah menjadi kegiatan rutin yang luar biasa. Sudahlah kegiatannya rutin mendapatkan sambutan yang bagus dari masyarakat terlihat banyak masyarakat yang hadir dan ini program yang bagus dari Dispar Riau," tandas Kamarulzaman.** (rud)