BENGKALIS -- Gaungriau.com -- Di Tahun 2017 lalu, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Bengkalis mendapatkan informasi ada sekitar 326 badan hukum koperasi dibubarkan. Akan tetapi sampai saat ini Dinas Koperasi dan UKM belum menerima surat tembusan SK dari Kementerian terkait hal itu.

“Kepastian dibubarkan 326 Koperasi di tahun 2017 lalu, sampai saat ini, kami belum menerima tembusan SK dari Kementrian Koperasi dan UKM,”kata Plt. Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis Herman Achmad, Senin 20 Agustus 2018.

Mantan Kabag Umum Setdakab Bengkalis itu menyebutkan, terkait 326 Koperasi tidak aktif dari 866 Koperasi se-Kabupaten Bengkalis di Tahun 2017, masih dalam proses di Kementerian.

Ia mengatakan, SK pembubaran Koperasi dari Kementrian tersebut, secara teknis akan diterima langsung pihak Koperasi yang bersangkutan, sedangkan OPD hanya menerima tembusannya.

Sehingga, ketika SK dari Kementrian tersebut diterma pihak koperasi yang bersangkutan, maka Kementrian masih memberikan ruang maksimal 6 bulan, untuk menggugat SK yang dikeluarkan tersebut, untuk bisa diaktifkan kembali Koperasinya.

“Setelah melalui tahapan-tahapan ini, Kementrian yang akan menjawab akan disetujui apa tidak, terkait permohonan pihak Koperasi untuk bisa diaktifkan kembali, “katanya.

Menurutnya lagi, di Tahun 2016 koperasi yang diusulkan untuk dibubarkan berjumlah 76 koperasi, sudah keluar SK keputusan tetap pembubaran dari Kementrian.

“Yang artinya, 76 Koperasi non aktif di tahun 2016 lalu, sudah resmi dibubarkan pihak Kementrian Koperasi dan UKM, “ungkapnya.**(put)