PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Anggota Dewan Pers yang diketuai Imam Wahyudi yang juga Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Hukum Etika pers, dan Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi, Kamis 30 Agustus 2018 memeriksa sejumlah berkas sebagai kelengkapan dokumen perusahaan milik anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau.

Dari 42 berkas yang diperiksa secara teliti, ditemukan 12 berkas yang harus diperbaiki terutama pada bagian akta notarisnya. “Pada pasal 3 tentang menjalankan usaha dalam bidang perusahaan, ternyata masih ada yang menggabungkannya dengan unit usaha lain. Ini tidak dibenarkan, sebab bidang usahanya harus pada perusahaan pers saja,” ujar Jimmy.

Untuk itu, ditambahkan Imam Wahyudi, SMSI Riau diminta untuk menyurati perusahaan-perusahaan pers yang masih harus melengkapi berkasnya ini. “Kita harapkan kepada SMSI Riau untuk menyurati perusahaan-perusahaan pers ini, supaya melengkapi berkas mereka, terutama pada akta notarisnya,” ujarnya.

Imam juga menambahkan, tentang aturan yang tidak memperbolehkan, perusahaan pers yang mempunyai nama hampir sama dengan instansi-instasi terkait, mulai dari nama hingga logonya. “Ini bahkan, sebelum masuk verifikasi faktual, pada verifikasi administrasi saja sudah digugurkan,” ujar Imam.

Sementara Ketua SMSI Riau Dheni Kurnia menjelaskan, selain melakukan seleksi berkas perusahaan yang masuk ke SMSI Riau, Agenda lain Dewan Pers ke Provinsi Riau, adalah melakukan verifikasi faktual sejumlah perusahaan pers yang sebelumnya telah melalui verifikasi administrasi.

“Ada sejumlah perusahaan pers yang telah diverifikasi administrasi dan seterusnya akan dilakukan verifikasi faktual. Ini adalah perdana anggota SMSI Riau yang masuk dalam verifikasi faktual. Kita berharap kedepan, akan ada kelanjutan verifikasi faktual dari Dewan Pers, terhadap perusahaan pers yang tergabung dalam SMSI Riau,” ujar Dheni disela-sela pertemuan dengan Imam Wahyudi dan Jimmy Silallahi.**(rls/mad)