• Sidang Perkara Simkudes Siak di Pengadilan Negeri Pekanbaru

PEKANBARU--Gaungriau.com-- Terdakwa Abdul Hakim dituntut Jaksa Penuntut Umum selama 7 tahun penjara dalam perkara korupsi di Kabupaten Siak dalam sidang, Kamis 30 Agustus 2018 yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Terdakwa Drs. Abdul Hakim, Akt yang merupakan salah seorang kontraktor pengadaan Program Simkudes di Kabupaten Siak.

Berdasarkan pantauan awak media ini dan Wartawan Pengadilan Negeri ( WPN ) sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dahlia Panjaitan dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU ). Dari nformasi berkas perkara bahwa terdakwa selaku Direktur Keuangan PT. Dimensi Tata Desantara bersama-sama dengan Abdul Razak Bin Ahmad Dinar ( Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Siak ) pada tahun anggaran 2015 – 2016 telah diduga melakukan tindak pidana korupsi ,sehingga merugikan keuangan negara.

Wirawan prabowo dan Endah purwaningsih selaku JPU, dalam ruang persidangan membacakan tuntutan kepada Drs. Abdul Hakim, Akt dengan tuntutan 7 tahun penjara,denda Rp 2M ,subsider 6 bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.163.676.886 subsider 1 tahun penjara.

Usai persidangan, Wirawan menerangkan dari saksi saksi yang dihadirkan di persidangan diperoleh suatu fakta yang diakui terdakwa.
"Dan tidak dibantah oleh terdakwa dalam persidangan " jelasnya.

Dengan demikian, kata Wirawan, sehingga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999,sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 31 Thn 1999.


"Ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 perubahan atas UU RI Nomor 31 Thn 1999 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ke 1 KUHP dan terdakwa juga tidak ada mengembalikan kerugian negara “ tandas Wirawan.** (rud)