PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Dua tokoh muda Muhmmadiyah beri motivasi Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Selasa 11 September 2018, di GOR Tribuana Pekanbaru.

Kedua nya adalah Ketua Umum pengurus pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tajih Prasetyo. Kehadiran Dua pimpinan dari dua organisasi kemuhammadiyahan tersebut diasambut antusias 1820 Mahasiswa baru Umri yang tengah mengikuti Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) dan Pengenalan kampus.

Dalam pemaparannya Dahnil menyampaikan Tiga hal penting yang harus dimiliki Mahasiswa yang berkemajuan yakni Tauhidnya murni, Ilmunya tinggi, dan Akhlaknya mulia.

"Dengan memiliki tiga hal itu, maka saudara-saudara akan bisa berhasil dan sukses dalam hidup. Jangan diartikan mahasiswa berkemajuan itu mahasiswa yang selalu gonta ganti merek baju, celana dan lainnya," kata Dahnil.

Selain itu Mahasiswa harus juga memiliki wawasan yang luas, harus peka melihat berbagai fenomena sosial, artinya tidak hanya berpemikiran ingin sukses dalam ilmu atau untuk diri sendiri.

Senada dengan Dahnil, Tajih Prasetyo juga mengingatkan kepada Mahasiswa untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar atau sosial. Mahasiswa milenial itu harus berkontribusi kepada masyarakat.

"Jangan hanya untuk diri sendiri, Mahhasiswa harus bisa memberi kontribusi bagi kondisi sosial masyarakat," pungkasnya.

Sementara Rektor Umri Dr Mubarak MSi menyebut, mendatangkan beberapa orang narasumber tingkat pusat merupakan bagian dari upaya peningkatan langkah Umri untuk bisa eksis ditingkat nasional.

"Kita saat ini ingin melangkah ke pertarungan nasional, dalam rangka internasionalisasi, karena itu narasumber dalam kegiatan Mastama dan Pengenalan kampus kalu ini kita memakai banyak dari tokoh nasional, dan juga bahkan berkaliber internasional," kata Mubarak.

Ditambahkan, Civitas akademika Umri ingin memberi pandangan kepada mahasiswa sejak dasar terkait berbagai isu nasional, dan tidak hanya pada tingkat lokal semata

"Kita ingin menanamkan pola pikir Mahasiswa kita sejak dasar ini yang berpola pikir nasional, tidak hanya lokal lagi. Dengan demikian Empat tahun kedepan kita sudah bisa internasionalisasi," ungkapnya.**(mad)