JAKARTA -- gaungriau.com -- Ekonom Dr. Rizal Ramli mengatakan siap menutut balik Partai NasDem karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya sebagai pakar ekonomi nasional dan internasional.

“Kami juga bisa tuntut balik. Enak saja jatuhkan reputasi Rizal. Enak saja bilang saya memfitnah. Itu merusak nama Rizal Ramli,” kata Rizal Ramli di Jakarta Barat, Senin 18 September 2018.

Rizal Ramli mengungkapkan dirinya tidak pernah menyebut Partai Nasdem dalam program ‘Sapa Indonesia Malam’ di Kompas TV pada Selasa 4 September 2018 dan program ‘Indonesia Business Forum’ di TvOne, pada Kamis 6 September 2018 lalu.

“Dalam acara tersebut saya tidak pernah menyebut nama Partai NasDem. Tapi menyebut nama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Surya Paloh,” kata RR, sapaan akrab Rizal Ramli.

Pernyataan Rizal Ramli terkait kebijakan impor garam di dua televisi itu dianggap telah menghina dan mencemarkan nama baik Surya Paloh.

Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM Partai Nasdem Taufik Basari melaporkan/mensomasi Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Laporan itu merujuk pada pernyataan Rizal ketika menjadi narasumber di dua program stasiun televisi pada 4 dan 6 September 2018.

720 Advokat

Rizal mengaku telah memperoleh dukungan 720 pengacara untuk menghadapi somasi NasDem.

Rizal mengaku terharu ratusan advokat yang membelanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan tak meminta biaya apapun alias pro bono. Dikatakan, para advokat ini membelanya karena ingin membela kepentingan para petani yang dirugikan akibat kebijakan impor pemerintah.

"Saya betul-betul terharu bahwa kawan-kawan advokat memiliki hati nurani untuk bersama-sama memperjuangkan agar petani di Indonesia bisa hidup lebih baik," kata Rizal.

Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum ekonom senior Rizal Ramli menyampaikan, 720 pengacara Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dari seluruh Indonesia menyatakan kesediaanya untuk membela mantan Menko Kemaritiman tersebut

“Apa yang dilakukan RR haruslah kita dukung karena impor tersebut telah menyengsarakan rakyat dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” kata Otto.

Menurut Otto, sebagai advokat tidak boleh terlalu lama tidur dan harus berjuang demi rakyat.

“Karena advokat adalah advokat pejuang, saya mengajak teman-teman untuk bergabung dalam tim ‘Pembela Rizal Ramli, anti impor beras, garam dan lain-lain yang merugikan rakyat dengan tagar Save Rizal Ramli,” kata Otto.

Otto mengatakan, banyaknya pengacara yang bersedia bergabung menunjukkan keseriusan membela Rizal Ramli juga sekaligus membela petani yang dirugikan oleh kebijakan impor.

Otto juga mengatakan, bahwa pihaknya diminta untuk minta maaf. Tapi, pihaknya tidak mengetahui perihal mana yang harus diminta maaf.

“Kami tidak tahu, minta maaf dalam hal yang mana,” tanya Otto.**(bbg)