DUMAI -- gaungriau.com -- Salah satu penyebab kerusakan di Jalan Simpang Jepang Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur karena pengerjaan galian pipa gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN). PGN dinilai tidak profesional dalam menyelesaikan proyek pipa gas tersebut.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Bukit Nenas Bambang Irianto mengatakan, ada tiga penyebab jalan itu mengalami kerusakan. Pertama, konstruksi jalan yang tidak bagus dan kondisi tanah yang labil dan mudah amblas. Aspal juga mudah mengelupas jika terkena air.

Kedua, over kapasitas atau tonase cukup tinggi di Jalan Simpang Jepang, karena jalan tersebut ruas utama yang menghubungkan tiga perkampungan serta kawasan Perkebunan sehingga banyak lalu lalang kendaraan bertonase besar.

Ketiga, dampak dari proyek penggalian pipa gas PT PGN. Penutupan galian dinilai tidak profesional.

"Masyarakat juga protes ada pemasangan pipa gas dari PGN, yang katakanlah tidak profesional," kata Bambang sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, penutupan galian dinilai ala kadarnya. Padahal tanah bekas urugan untuk menutup galian pipa tersebut yang dulu nya sudah di beton. Akibatnya berdampak pada munculnya genangan yang membuat jalan rusak dan menjadi kubangan.

"Saya minta agar perusahaan PGN beserta jajaran sub kontraktornya agar kembali memperbaiki badan jalan itu seperti semula. warga minta agar PGN melakukan pengurugan yang profesional," tandasnya.**(sar)