PEKANBARU -- gaungriau.com -- Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), Aziun Asy'ari, SH, MH, meminta kepada alumni Fakultas Hukum UIR membuktikan kepada masyarakat Riau, Indonesia pada umummnya kalau UIR itu bukan bukanlah universitas kacangan. Mahasiswanya juga bukan recehan.

Cambuk dan motivasi itu disampaikan Aziun saat menyampaikan sambutan pada acara Ramah Tamah Wisudawan/ti Fakultas Hukum Periode 29 September 2018 di Grand Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis siang 27 September 2018.

"UIR merupakan universitas tertua dan terbesar di LLDIKTI Wilayah X yang membawahi Provinsi Riau, Sumbar, Jambi dan Kepri. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa kita merupakan alumni terbaik yang berpuluh tahun bekerja dan mengabdi untuk masyarakat di semua lapisan," tegasnya.

Aziun yang juga seorang Advokat ini mengaku, merasa perlu menyampaikan motivasi ini kepada alumni terkait banyaknya image negatif disampaikan segelintir orang di media sosial pasca unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa awal September lalu.

"Ada yang menyebut UIR kampus kacangan, mahasiswanya recehan. Ada juga yang usil menghimbau pelaku usaha untuk tidak menerima alumni UIR bekerja karena kerjanya hanya demo saja," kata Aziun menyebut satu-satu bully netizen kepada UIR di media soaial.

Ia mengatakan, walau kita tak terlalu terpengaruh dengan meme-meme seperti itu, kita harus tetap membuktikan bahwa kita adalah alumni terbaik. Banyak tamatan UIR yang berhasil, bekerja di berbagai bidang baik di pemerintahan, menjadi anggota DPD RI, DPRD Privinsi, DPRD Kabupaten dan Kota, juga banyak yang menjadi pengacara, hakim, jaksa dan polisi. Bahkan, kata Aziun, Walikota Pekanbaru Firdaus merupakan alumni UIR.

"Pak Firdaus sekaligus ketua umum Alumni UIR," tegas Aziun Asy'ari disambut tepuk tangan ratusan calon wisudawan.

Alumni dihimbaunya, untuk bersama-sama memerangi berita-berita bernada provokatif, hoax dan kacangan seperti itu dengan cara membuktikan kerja dan karya alumni di masyarakat. ''Tak ada yang paling bahagia dalam diri kita selaku alumni kecuali berbuat untuk masyarakat, dan mampu membuktikan bahwa kita alumni terbaik,'' tambahnya.

Ia kemudian mencontohkan sebatang lidi. Menurut alumni Fakultas Hukum ini, sebatang lidi tidak akan ada artinya kalau digunakan membersihkan kotoran di halaman. Akan tetapi bila lidi itu kita kumpulkan, kita ikat menjadi satu, maka semua kotoran di halaman dapat dibersihkan. Jadi, tegas Aziun, hayo kita bersatu bahu membahu bersama-sama dengan civitas akademika UIR membesarkan UIR, berbuat yang terbaik untuk almamater yang kita cintai.

"Kita bantu Pak Rektor Syafrinaldi yang saat ini sedang bekerja keras memajukan UIR dan meningkatkan kualitas universitas," tambah Aziun.

Rektor UIR Prof. Syafrinaldi mengapresiasi ajakan Aziun Asy'ari kepada para alumni. Kepada calon wisudawan/ti Fakultas Hukum, mantan Dekan ini menyatakan, alumni merupakan duta universitas untuk melaksanakan catur dharma. Alumni juga bagian tak terpisahkan dari penilaian pemerintah terhadap kinerja universitas.

''Kita sudah sukses menaikkan ranking UIR dari 467 di tahun 2017 menjadi 123 di tahun 2018. Ini lompatan yang luar biasa. Tadi kita berada di cluster 5 sekarang di cluster 3, satu kelompok dengan Universitas Bung Hatta Padang. Target kita masuk ke dalam 100 top nasional,'' ujar Rektor.

Ramah tamah wisudawan/ti Fakultas Hukum UIR Periode 29 September 2018 diikuti 106 mahasiswa. Tiga pemuncak fakultas masing-masing diraih Ainun Mardhiyan dengan Indeks Prestasi Komulatif 3,87, Serli Monika 3,85 dan Pragusti Setiawan 3,73.

Selain Rektor Prof. Syafrinaldi, ramah tamah dihadiri pula sejumlah dosen Fakultas Hukum UIR. Antara lain Dr. Rasyidi Hamzah, S. Parman, SH, MH, Dr. Arifin Bur, Dr. Thamrin S, Dr. Syafriadi, Dr. Herman Gazhali, Dr. Effendi Ibnu Susilo, Dr. Zulkifli Toguan, Roni Sahindra, SH, MH, Desi Apriani, SH, Sri Herlina, SH, MH, Raja Febrina, SH, MH, Lydia Febrianti, SH, MH, Moza, SH, MH.**(rls)