PEKANBARU -- gaungriau.com -- Rektor Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Syafrinaldi SH MCL menyebut saat ini bangsa Indonesia sedang berada di tahun politik dimana tahapan dari proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Calon anggota Legislatif DPR RI, DPRD, Anggota DPD yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 yang akan datang.

"Oleh karena itu dapat kami sampaikan kepada semua pihak, bahwa posisi kampus UIR tetap netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI. Kampus UIR harus bebas dari praktik politik praktis," kata Syafrinaldi Sabtu 29 September 2018 di Pekanbaru.

Dijelaskan Syafrinaldi, hak politik untuk memilih pada Pemilu 2019 ada pada pribadi masing-masing yang bersifat rahasia, bebas, adil dan langsung dan tidak seorangpun yang dapat memaksakan kita untuk mengikuti kehendak orang lain.

"Yang jelas, semua pimpinan UIR sangat mendukung untuk terwujudnya iklim yang damai, kondusif serta menyejukkan dalam semua tahapan proses pemilihan umum tahun 2019," ujarnya.

Lanjut Rektor, NKRI adalah harga mati untuk di pertahankan. Marilah secara bersama-sama ciptakan suasana yang damai, aman dan tertib penuh dengan kasih sayang dan persaudaraan dalam proses pemilu 2019 ini.

"Kita mempunyai pilihan masing-masing dengan tentnya mempunyai alasan masing-masing pula, mari jadikan perbedaan itu untuk kita bisa lebih kompak, dalam menjaga NKRI ini," ungkapnya.**(mad)