PEKANBARU -- gaungriau.com --Didampingi Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Dr Hasnati, SH, MH, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr. Mubarak, Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL audiensi dengan Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim di di Lantai 7 Gedung 9 Lantai Kantor Gubernur Riau Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin siang 1 Oktober 2018.

Dalam audiensi itu Rektor Syafrinaldi melaporkan terkait rencana penyerahan hadiah pada pelaksanaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Entrepreunership Award (EA) 2018 oleh Wakil Presiden H. Jusuf Kalla pada 28 Oktober 2018 mendatang.

Rektor menjelaskan bahwa LLDIKTI EA merupakan agenda tahunan LLDIKTI yang membawahi Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau. Tahun ini UIR dipercaya menjadi tuan rumah.

Digelarnya kegiatan EA ini dijelaskan Syafrinaldi bertujuan mendidik mahasiswa menjadi usahawan yang mandiri. Konsepsi kemandirian usaha ini, juga sedang digalakkan oleh Pemerintah. Dari seluruh kopertis atau LLDIKTI hanya LLDIKTI Wilayah X yang melaksanakan entrepreunership award.

"Karena itu, lanjutnya, ketika kegiatan ini dilaporkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, beliau langsung mendukungnya. Bahkan untuk penyerahan hadiah pada 28 Oktober mendatang, Pak Wapres telah menyatakan akan menghadirinya secara langsung," ujar Syafrinaldi melaporkan ke Plt Gubernur.

Rektor juga menyampaikan bahwa Ada 217 proposal yang sudah masuk ke panitia baik proposal atas usaha yang sedang berjalan maupun yang akan direncanakan mahasiswa. Semua proposal dinilai oleh tim independent dari kalangan akademisi maupun pelaku usaha.

Menyikapi hal itu, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyambut baik penyelenggaraan EA oleh LLDIKTI. Juga rencana kedatangan Wapres Jusuf Kalla. Kepada para Rektor, Wan banyak bercerita tentang kondisi daerah yang terintegral dengan situasi di Pusat. Termasuk soal pemangkasan dana bagi hasil untuk Provinsi Riau yang di tahun 2018 ini nilainya mencapai Rp 1,8 triliun.

''Selain terjadi pemotongan kita juga mengalami tunda salur atau tunda bayar. Kita benar-benar berada dalam kondisi sulit apalagi setelah ditiadakannya Perubahan APBD,'' kata Wan.

Namun demikian, tegasnya, rencana kedatangan Wapres Jusuf Kalla harus tetap dipersiapkan. ''Kalau sudah dapat tanggal kepastian Pak Wapres datang, tolong Pak Rektor berkoordinasi dengan Danrem dan Kapolda,'' pesan Wan.

Dalam audiensi itu ikut juga hadir Wakil Rektor II Ir. Asrol, Kepala Biro Administrasi Umum & Personalia H. Zakir, S.H., MPd dan Kabag Humas UIR Dr. H. Syafriadi.

Sementara Gubri didampingi Asisten Bidang Pemerintahan H. Ahmadsyah Harrofie, SH., MH, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rudianto, Kepala Balitbang Dra. Hj. Arbaini, Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Humas Firdaus.**(rls)