• Prosesi wisudawan memasuki ruang upacara

PEKANBARU -- gaungriau.com -- Keberadaan perawat memiliki arti penting dalam upaya mewujudkan mutu pelayanan kesehatan yang optimal. Peranannya memiliki pengaruh yang berarti, khususnya dalam turut serta mendukung produktivitas suatu bangsa yang berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau (Unri), Prof Dr Ir Thamrin MSc, pada Upacara Angkat Sumpah Ners Angkatan XXII dan Pelepasan Sarjana Keperawatan Angkatan XXIV Fakultas Keperawatan (FKp) Unri, di Aula Hotel Pengeran Pekanbaru, Rabu 16 Oktober 2018, kemarin.

“Berkarir sebagai seorang perawat atau ners adalah sebuah pilihan karir yang mulia dan terhormat. Seorang perawat tidak hanya memberikan tindakan yang sifatnya medis belaka, melainkan juga harus dapat berinteraksi dengan penuh empati kepada pasien yang ditanganinya. Sehingga, pasien merasa nyaman dalam proses perawatan yang dijalaninya, dan ini tentunya menjadi faktor yang turut serta mempercepat pemulihan kesehatannya,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik.

Lebih lanjut, Thamrin menyampaikan, guna menjadi seorang perawat profesional dan benar-benar mengabdi kepada masyarakat, pengambilan sumpah ini bertujuan untuk mengembankan tanggung jawab profesi perawat kepada para lulusan agar ketika dihadapkan langsung ke masyarakat, para lulusan dapat menjadi perawat yang bertanggung jawab.

“Setiap mereka yang lulus sebelum masuk ke lapangan mereka harus diambil dulu sumpahnya sebagai perawat. Agar, pada saat turun ke lapangan, merekapun betul-betul memiliki komitmen bahwa mereka ingin menjadi perawat profesional yang betul-betul bertanggung jawab terhadap dirinya, profesinya,” kata Thamrin.

Senada dengan Thamrin, Prof Dr Usman M Tang MS, Dekan Fakultas Keperawatan Unri, menyampaikan jumlah lulusan dari fakultas keperawatan semenjak tahun 2006 sampai sekarang adalah sebanyak 2514 lulusan. Adapun jumlah perawat atau juru perawat yang ada di Provinsi Riau saat ini adalah sebanyak 8017 orang. Sejalan hal tersebut rasio antara jumlah kebutuhan perawat dengan penduduk berdasarkan Rencana Strategis dari Kementerian Kesehatan adalah 180 berbanding 100.000 penduduk, maka dari hal ini masih terbuka untuk juru rawat atau tamatan keprawaratan di Indonesia sangat besar.

Lebih lanjut, Usman menyampaikan, berdasarkan statistik jumlah tamatan keperawatan tersebar dalam negeri maupun luar negeri cukup besar, yang bekerja luar negeri berdasarkan persentase perawat kita 650 orang termasuk dari Riau belum sampai sepuluh orang.

“Dari persentase ini, kita dapat menilai dari tamatan atau alumni Keperawatan Unri tidak satupun yang menganggur, karena selain menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) permintaan keperawatan di luar non PNS cukup tinggi, karena kelebihan perawat dari pada dokter adalah dokter dibutuhkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit tetapi perawat dibutuhkan untuk orang sakit maupun orang yang tidak sakit, makanya perbandingan kebutuhan perawat perseratus penduduk dua kali lipat dari dokter,” ujar Usman.

“Untuk diketahui, masa studi mahasiswa FKp Unri tidak ada lebih dari empat tahun, ini menunjukkan kualitas dari keperawatan FKp sangat tinggi. Fakultas yang dibilang masi tergolong “muda” di Unri ini sejak masih tergolong jurusan sudah terakreditasi “A”. Maka dari hal itu, kita bisa menilai FKp dapat menjadi contoh sebagai fakultas terbaik di Indonesia,” ujar Usman, seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Tambahnya, melihat kompetensi dari unsur tenaga pendidik FKp Unri saat ini banyak yang berasal dari tamatan pendidikan Doktor dari luar negeri, maka target kita pada tahun 2019 nanti akan membuka jenjang pendidikan Strata Dua (S2), dan pada tahun 2020 FKp akan mengajukan sertifikasi internasional atau Program Studi Internasional dalam hal ini Skep agar juga ada pengakuan internasional.

Pada periode ini, Fakultas Keperawatan Unri sebanyak 170 orang lulusan fakultas keperawatan mengadakan Angkat Sumpah Ners Angkatan XXII dan Pelepasan Sarjana Keperawatan Angkatan XXIV Fakultas Keperawatan (FKp), yang terdiri 118 Sarjana Keperawatan dan 52 Profesi Ners.**(rls)