PEKANBARU -- gaungriau.com -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau kembali melakukan pemutihan denda pajak kendaraan. Pemutihan denda pajak ini dimulai Senin 22 Oktober, sampai akhir November mendatang.

"Mulai 22 Oktober mendatang sampai akhir November, kita melakukan pemutihan atau penghapusan denda pajak se Provinsi Riau. Pokoknya gratis," kata Kepala Bapenda Riau, Indra Putrayana, Rabu 17 Oktober 2018.

Indra berharap, program pemutihan denda tersebut kira dapat dimanfaatkan masyarakat, bagi kendaraannya yang sudah mati pajak. Program pemutihan denda pajak ini juga berlaku semua jenis kendaraan.

"Mau setahun atau pun lebih, pokoknya semua kendaraan. Kita harapkan masyarakat berbondong-bondong datang memanfaatkan program ini. Pokoknya ke belakang kita gratiskan, untuk denda pajaknya," ungkap Indra.

Diharapkan, melalui pemutihan denda pajak ini, dapat merangsang masyarakat untuk mengurus pajak kendaraanya, sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna kendaraan.

Ada pun berdasarkan laporan dari hasil razia pajak kendaraan yang dilakukan Bapenda dengan melibatkan kepolisian dan Dinas Perhubungan, setidaknya terdapat 300 kendaraan mati pajak. Masyarakat yang terjaring karena pajak kendaraan mati ini diberi pemahaman.

"Banyak yang nunggak pajak, potensinya sampai 20 sampai 30 persen. Dari 900 kendaraan yang diperiksa, 300 kendaraan hasil razia tak membayar pajak," ujarnya.

Sebelumnya, Bapenda Riau ketika dipimpin SF Haryanto juga memberikan keringanan pembayaran bagi penunggak pajak kendaraan bermotor di daerah tersebut hingga sebesar 50 persen, dipenghujung 2016.

Keringanan tunggakan diberikan berupa keringanan kewajiban pembayaran pokok pajak kendaraan bermotor dan sanksi administrasi sebesar 50 persen.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Riau No.27 tahun 2016 tentang Pemberian Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Penyerahan Kedua. Keringanan ini diberlakukan mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Desember 2016.**(jai)