PEKANBARU -- gaungriau.com -- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) terus melangkah maju dalam usahanya menciptakan tenaga muda yang terampil dan profesional, salah satunya adalah dengan menjalin kerjasama dengan Asoritas Bengkel Otomotif se Riau.

Naskah MoU diteken Ketua Prodi Dody Yulianto, ST., dan Carls Chandra dari pihak assosiasi di Fakultas Teknik Kampus UIR Perhentian Marpoyan Pekanbaru, Sabtu siang 20 Oktober 2018, kemarin.

Usai penanda-tanganan Nota, Prodi Teknik Mesin menggelar Training Automatic Transmission Lock Up & CVT se Sumatera. Peserta training yang berjumlah 60 orang itu datang dari Provinsi Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Barat, Lampung dan Riau. Mereka akan memperoleh pembekalan ilmu dari dua instruktur, yakni Junisra Syam dari Padang dengan materi 'JPM Automotif Education and Information Centre' dan Suyitno, instruktur ATC Star Motor (Mercedez Benz Indonesia di Semarang.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu, 20/21/10) di Fakultas Teknik UIR dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Ir. Syawaldi, MSc itu dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Teknik Dr. Kurnia Hastuti, Ketua Program Studi Dody Yulianto, ST., Sekretaris Prodi Dr. Dedi Karni, Kepala Laboratorium Ir. Irwan Anwar, MT., dan Ketua Panitia Pelaksana Eddy Elfiano, ST., M.Eng, Ketua Asoritas Carls Chandra dan pengurus.

Syawaldi mengapresiasi terjalinnya kerjasama Prodi Teknik Mesin dengan Asoritas Bengkel apalagi Nota Kesepahaman kedua pihak telah pula ditindak-lanjuti dalam bentuk MoA (Memory of Agreement). Menurutnya, kerjasama ini bernilai strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Terutama dalam menciptakan tenaga muda yang terampil dan profesional.

''Saya berharap MoU dan MoA ini dapat segera ditindak-lanjuti sesuai komitmen dan kesepakatan bersama,'' kata Syawaldi dalam sambutannya pada acara pembukaan.

Ia juga melontar pujian atas terselenggaranya Training Automatic Transmission Lock Up & CVT. Di samping memiliki bobot yang tinggi karena peserta datang dari berbagai provinsi di Sumatera, training ini pun sangat penting untuk meningkatkan skill dan pengetahuan peserta.

''Saat ini kita dihadapkan dengan perkembangan tekhnologi yang sangat pesat, yang suka atau tidak, kita harus adaptif dengan perkembangan itu. Mari kita perkuat basis keterampilan yang kita miliki dengan tekhnologi yang tersedia agar kemampuan kita mengalami peningkatan secara terus menerus,'' pesan Syawaldi.** (rls)