PEKANBARU -- gaungriau.com -- Hari pertama dimulainyapenerapan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di Riau masih normal. Belum ada terlihat peningkatan data transaksi.

"Secara umum belum signifikan peningkatannya. Jumlah transaksi hampir sama dengan hari-hari sebelumnya," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Indra Putrayana melalui Kabid Penerimaan Pajak, Ispan S Syahputra, Senin 22 Oktober 2018.

Berdasarkan laporan pada hari pertama penghapusan denda pajak yang tersebar di 20 unit pelayanan terpadu (UPT) dan 13 unit pelayanan (UP) di Riau, sebanyak 5.431 wajib pajak yang melakukan transaksi.

Ispan belum mau memastikan apakah karena pemutihan denda pajak kendaraan belum tersosialisasi dengan baik atau karena kesadaran masyarakat yang masih rendah. Karena ada kemungkinan masyarakat cenderung membayar pajak di hari-hari terakhir saat masa pemutihan ini berlaku hingga akhir November mendatang.

"Mungkin karena kebiasaan masyarakat kita hari-hari terakhir mengurusanya," ujar Ispan.

Ada pun transaksi PKB dan BBNKB di hari pertama ini, tercatat transaksi hanya di angka Rp8,636 miliar. Jika dilihat dari hari biasanya transaksi mencapai Rp6 miliar sampai Rp9 miliar.

"Berartikan masih sama, kita lihat nanti, makanya tadikan ada kebiasaan masyarakat kita menjelang masa pemutihan mau habis, baru sibuk mengurusnya," ungkap Ispan lagi.**(jai)