JAKARTA -- gaungriau.com --Generasi milenial memberikan apresiasi atas kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama empat tahun. Apresiasi tersebut diberikan oleh Youtuber Andovi dan Jovial da Lopez, yang menjadi moderator dalam‘Obrolan Santai Laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla’,yang berlangsung di Auditorium BPPT, Jakarta pada Senin, 22 Oktober 2018.

“Salut dengan pencapaian empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Cari kesalahan itu gampang banget. Tapi mendengarkan bagaimana pemerintahan saat ini sudah membangun 1.000 kilometer lebih jalan tol, belum bandara, pelabuhan dan lain-lain. Kami salut,” ujar Andovi.

Antusiasme untuk mengetahui kerja apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintahanan Jokowi-JK terlontar dari mahaswa ITB, Eko Fajar Setiawan. Salah satu mahasiswa generasi milenial yang hadir itu menanyakan apa upaya pemerintah dalam pembangunan manusia, di waktu sisa setahun ke depan.

“Kami ingin tahu, apakah penyaluran dana desa sudah sejalan dengan peningkatan partisipasi masyarakat”, “ kata Eko.

Antusiasme tersebut menggembirakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Keduanya mewakili pemerintah dalam menyampaikan laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam acara obrolan santai tersebut.

Moeldoko menyebutkan generasi milenial saat ini terlihat seperti hidup mudah. Mereka gampang mendapatkan akses pendidikan, informasi, dan lain-lain. “Namun sebenarnya generasi milenial ini memiliki tantangan yang lebih besar. Keadaan sekarang sudah beda baik kecepatan, risiko, kompleksitas, maupun kejutan yang terjadi karena lompatan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Moeldoko menyarankan generasi milenial untuk melibatkan diri, sesuai peran masing-masing dengan membangun mentalistas pemimpin. “Karena kerja kita prestasi bangsa. Maka pilihannya, apakah mau melakukan kerja biasa saja, atau mau membuat perubahan?” kata Moeldoko menawarkan tantangan.

Moeldoko juga menyinggung bagaimana cara Indonesia mengejar ketertinggalan, melalui pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini untuk meingkatkan konektvitas dan produktivitas, dan menciptakan kemudahan.

Moeldoko juga mengungkapkan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk soal dana desa. “Jika ada permasalahan dalam penyaluran dana yang kurang menimbulkan partisipasi masyarakat, boleh dilaporan kepada kami untuk ditindaklanjuti,”ujarnya.

Sementara Rudiantara memperkuat dengan mengungkapkan bahwa sejauhnya ini Indonesia tidak efisien dari dari segi logistik. “Karena itulah, pemerintah membuat kebijakan untuk mengubah kondisi tersebut,”ujarnya.

Beberapa kebijakan tersebut menyangkut ekonomi digital dan kualitas sumber daya manusia juga diterangkan Rudiantara. Menurut dia, pembangunan Palapa Ring sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2005.**(bbg)