PEKANBARU -- gaungriau.com -- Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia menyerahkan dana penelitian bersamaa kepada Universitas Islam Riau (UIR). Penyerahan dana yang disaksikan Rektor UIR Prof. Dr. H. Syafrinaldi, Wakil Rektor I Dr. H. Syafhendry, Wakil Rektor III Ir. H. Rosyadi itu, berlangsung di Gedung Rektorat Kampus UIR Jalan Kaharuddin Nasution Pekanbaru pada Rabu siang 24 Oktober 2018.

Vice Chancellor UTP Prof. Dr. Mohamed Ibrahim Abdul Mutalib menyerahkan langsung dana tersebut kepada 10 penerima hibah. Masing-masing Dr. Evizal, ST, M.Eng, Dr. Muslim, ST, MT, Dr. Dedikarni, ST, MSc, Dr. Admiral, SH, MH, Dr. Hj. Zetriuslita, SPd, MPd., Dr. Mursyidah, MSc., Dr. Hj. Sri Rezeki, MSi, Dr. Arbi Haza Nasution, Agus Dahlia, SSi, MSi dan Ana Yulianti, ST, MT.

Pimpinan tertinggi UPT tersebut didampingi, antara lain Associate Profesor Dr. Abdul Rahim Othman, Director RMC, Associate Profesor Dr. Hanita Daud dan Associate Profesor Dr Mahmod Othman. Hadir juga Dekan FKIP UIR Drs. Azaber, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Ujang Paman dan Kepala Biro Administrasi Umum & Personalia, H. Zakir Has, SH., MPd, serta Kepala Bagian Humas dan Protokoler Dr. H. Syafriadi.

Penyerahan Joint Research Grant Award ini merupakan tindak-lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara UIR dengan UTP yang disepakati kedua universitas April 2018. Dalam Nota Kesepahaman, UIR-UTP sepakat melakukan joint research (penelitian bersana) yang substansinya mengarah ke sustainable environment. Meliputi fisika, kimia, matematika terapan, teknologi informasi, perminyakan dan geologi.

Penelitian bersama itu dilakukan melalui matching grant yang mentargetkan 10 judul penelitian dimana para penelitinya berasal dari kedua universitas. Masing-masing proposal didanai secara bersama dengan total dana senilai 120.000 dollar USD. UIR sendiri telah menyerahkan dana penelitiannya kepada UTP di Kuala Lumpur pada September 2018.

Rektor UIR Prof. Syafrinaldi mengaku senang bisa bekerjasama dengan UTP apalagi kerjasama itu langsung direalisasikan.

''Kita akui UIR banyak melakukan MoU dengan berbagai universitas baik di dalam maupun di luar negeri. Tapi kerjasama dengan UTP memiliki arti tersendiri karena langsung ditindak-lanjuti. Penelitian bersama ini selain bermanfaat bagi dosen yang terlibat dalam penelitian juga berfaedah bagi UIR dalam meningkatkan akreditasi,'' ujar Rektor UIR sambil menyebutkan kita juga gak mau MoU hanya menjadi hiasan dalam etalase.

Ke depan, kata Rektor, diharapkan lebih banyak lagi program yang bisa dikerjasamakan dengan UTP dan universitas lain dalam upaya mengejar Visi UIR, yakni menjadi universitas Islam yang unggul dan terkemuka di Asia Tenggara tahun 2020.

Suasana happy juga dirasakan Vice Chancellor UTP Prof. Dr. Mohamed Ibrahim Abdul Mutalib. Sama dengan Rektor UIR, Pimpinan UTP ini mengaku senang bekerjasama dengan Universitas Islam Riau.

''Saya senang bisa kembali bertemu dengan Prof. Syafrinaldi. Beliau bekerja tanpa lelah, semalam kami sama-sama di Jakarta untuk sebuah agenda, dan sekarang sudah berada di UIR. Saya mohon maaf telah memaksa Pak Rektor terbang pagi-pagi dari Jakarta,'' kata Mohamed Ibrahim Abdul Mutalib dalam logat bahasa Melayu Malaysia.**(rls)