PEKANBARU -- gaungriau.com -- Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, Oktober 2018 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,14 pada September 2018 menjadi 135,72 pada Oktober 2018.

"Tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,28 persen, dan tingkat Inflasi tahun ke tahun (Year on Year) sebesar 2,45 persenTingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,72 persen, dan tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 2,61 persen.," jelas Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom kepada wartawan, Kamis 1 November 2018 dikantornya.

Dijelaskan, Inflasi gabungan 3 kota di Riau pada Oktober 2018 sebesar 0,43 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,44 persen dengan andil inflasi sebesar 0,34 persen, dimana komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, beras, ikan serai, tomat sayur, ikan tongkol dan lain sebagainya.

Selanjutnya kelompok sandang sebesar 0,34 persen dengan andil 0,02 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,31 persen dengan andil 0,06 persen, "kelompok perumahan, air, listrik, gas dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,20 persen dengan andil masing-masing 0,04 persen dan 0,01 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen dengan andil 0,005 persen," urainya.

Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen dengan andil deflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas utama yang mengalami deflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah tarif angkutan udara dan lain sebagainya.

Sementara, dari 23 Kota di Sumatera, 19 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,44 persen, diikuti oleh Sibolga sebesar 1,24 persen, dan Bukittinggi sebesar 0,92 persen, serta inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,02 persen.

Deflasi terjadi di 4 kota, yang tertinggi di Kota Bengkulu sebesar 0,74 persen. Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Medan, Jambi, dan Padang. "Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut: Dumai di urutan ke-10, Pekanbaru urutan ke-11, dan Tembilahan urutan ke-20." ungkapnya.**(mad)