• Gedung Menara Bank Riau Kepri

PEKANBARU--Gaungriau.com-- Citra Bank Riau Kepri tercoreng akibat ulah oknum Pegawai Bank berplat merah tersebut. Betapa tidak, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sudah menetapkan 5 tersangka oknum Pegawai BRK dalam kasus dugaan kredit fiktif Bank Riau Kepri sebesar Rp32 miliar pada Bank Riau Cabang Pembantu Dalu-Dalu Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

"Perkembangan kasusnya, Kita sudah menetapkan 5 tersangka kemarin dalam kasus dugaan kredit fiktif Rp32 miliar di BRK Cabang Dalu-Dalu," ungkap Humas Kejati Riau Muspidauan SH MH kepada wartawan ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat 2 November 2018.

Dalam kasus dugaan kredit fiktif sebesar Rp32 miliar tersebut dilakukan pada Bank Riau Kepri Cabang Dalu-Dalu Kabupaten Rokan Hulu dalam rentang waktu 2010-2014.

Kemudian, untuk proses perkara tersebut Kejati Riau sedang melengkapi berkas kelima tersangka tersebut. Kelima tersangka tersebut belum dilakukan penahanan.

"Sekarang, kita sedang melengkapi berkas perkara lima tersangka tersebut. Setelah itu, dilakukan penahanan," terang Muspidauan.

Sementara itu, Humas Bank Riau Kepri Cabang Utama Winovri menyebutkan dengan adanya kasus dugaan fiktif Rp32 miliar yang diduga melibatkan oknum Pegawai BRK tersebut jelas mencoreng citran nama baik bank Riau Kepri.

"Apalagi, BRK pusatnya di Pekanbaru, jadi pemberitaannya jadi pusat perhatian," ujar Winovri.

Pihak BRK menyerahkan kepada pihak penegak hukum untuk memproses pegawainya yang ikut terlibat dalam kasus tersebut sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku.

"Manajemen prinsipnya siapa yang menabur dia menuai. Dia tahu kesalahan yang dilakukan, maka dia yang bertanggung jawab," ujar Winovri.

Kendati demikian, Pihak BRK tetap akan membantu pendampingan hukum dengan menyiapkan Penasehat Hukum terhadap pegawai mereka yang diduga terlibat kasus tersebut.

"Ada (pendampingan penasehat hukum, red). Yang melakukan kesalahan kita tidak akan membela," tandas Winovri.** (rud)