BUKIT KAPUR -- gaungriau.com -- Meningkatnya prestiwa lakalantas di Kota Dumai, terutama di di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai, hingga menghilangkan nyawa pengendara, sudah harus menjadi catatan penting bagi Disnas Perhubungan Kota Dumai.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra Petria Naspita, selaku OPD yang bertanggung jawab, Dishub seharusnya bisa mengantisipasi kejadian lakalantas yang di akibatkan angkutan industri ugal ugalan saat melintas di Jalan Soekarno Hatta ini.

Sebab, masyarakat sudah banyak melihat dan mengeluh atas ulah para supir angkutan industri sering ugal-ugalan , terutama saat tidak bermuatan . Karena sangat membahayakan penguna badan Jalan yang nota bene masyarakat setempat.

"Kepala Dishub harus bertanggung jawab. Ini di bawah kepemimpinan dia. Kalau tak mampu.mencari solusi nya iya , saya rasa masih banyak pihak yang memahami dan punya gagasan lebih baik demi ke selamatan penguna badan jalan, terutama di wilayah Kecamatan Bukit Kapur . Kita tak mau kejadian lakalantas terjadi terus menerus di wilayah kecamatan Bukit Kapur terutama di Jalan yang kerab di lalui angkutan Industri ," kata Petria , Ahad 4 November 2018 malam kepada wartawan dalam menyikapi keluhan warga di Grub whatshap Bukit Kapur .

Seperti diketahui, para supir angkutan industri kalau bermuatan jalannya kompoi dengan jarak yang dekat hingga penguna badan jalan sulit untuk melintas , sedangkan saat kosong mereka berlomba lomba hingga sering menyalip dan berbahaya bagi penguna jalan, apa lagi jika mobil angkutan industri tersebut membawa ampas sudah tentu debunya berterbangan selain menimbulkan polusi udara juga membahayakan penguna jalan.

Lebih lanjut dipaparkan politisi Gerindra tersebut, kejadian lakalantas yang di sebabkan angkutan Industri ugal ugalan sudah kerab terjadi.

Namun evaluasi dari Dishub, terkesan asal-asalan saja. Buktinya, jika dilakukan evaluasi, maka supir ini tidak akan berani ugal-ugalan karena sangsinya berat.

"Jalan di Sukarno Hatta ini sempit, jadi dibutuhkan supir yang mahir dan profesional. Butuh kehatian-hatian luar biasa. Saya aja melihat sering ugal-ugalan para supir angkutan industri, padahal di pintu masuk ada pos Dishub di sana bisa di atur saat memasuki kawasan padat penduduk dan teguran juga bisa dilakukan saat supir masuki kota Dumai sebelum di lakukan evaluasi ," sebutnya tegas.

Ke depan, Anggota DPRD Dumai Komisi II ini , meminta kepada Dishub, untuk mengevaluasi semua supir dan mengatur kendaraan agar tidak melakukan kompoi dan ugal ugalan di jalan raya, karena bukit Kapur daerah penduduk padat bukan jalan lintas tak berpenduduk.

Dan saya juga berharap pada operasi zebra ini bisa menindak tegas supir industri dan kendaraan yang sering melintas ugal ugalan di jalan Soekarno Hatta"Semoga Operasi Zebra dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama lebih mewujudkan Kamseltibcarlantas. Semoga kegiatan ini berjalan aman dan lancar," katanya.**(sar)