• Firdaus MT

PEKANBARU -- gaungriau.com -- Berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan antara Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru bersama dewan pengupahan akhirnya memutuskan besaran Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp 2.762.000.

Menanggapi hal tersebut Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan bahwa sampai saat ini laporan ketetapan UMK Pekanbaru ini belum sampai ke mejanya.

"Belum ada laporannya sampai dimeja saya dan masih ada dinas teknis yakni Disnaker Pekanbaru. Mungkin saja beberapa hari kedepan akan disampaikan kepada saya, "ujar Firdaus, ketika ditemui, Senin 5 November 2018 dirumah dinasnya.

Firdaus juga menghimbau agar pihak perusahaan hendaknya mematuhi dan menjalankan upah minimum yang sudah disepakati bersama.

"Kita minta perusahaan mematuhi peraturan terkait pembrrian upah kepada para pekerja. Disampaing itu, kita minta perusahaan hendaknya menjadikan karyawan ini sebagai aset.Demikian juga halnya karyawan, tamankan dalam hati bahwa kita pemilik perusahaan. Sehingga timbul kesungguhan dalam bekerja. Jika perusahaan untung, maka pekerja juga untuk. Namun, bila perusahaan itu tutup, yang rugi buka hanya pemilik perusahaan semata tapi karyawan juga,"pesannya.

Firdaus menambahkan, bahwa pemerintah daerah sifatnya hanya fasilitator. Sedangkan Disnaker tugasnya melakukan pemantauan atau monitoring akan penerapan UMK tersebut.

"Jadi, mana perusahaan yang membandel hendaknya dijewer saja oleh Disnaker. Sama halnya anak kecil kalau bandel tentu dijewer," tutupnya.**(saf)