PEKANBARU--gaungriau.com--Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para Ibu hamil, sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lainmerupakan hal yang paling mendebarkan.

Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut Anda akan muncul terlahir ke dunia.

Di sisi lain, persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan.

Yang pertama perlu diketahui adalah tanda-tanda persalinan. Apa saja Pertama, keluarnya darah bercampur lendir dari vagina. Ini biasa terlihat berupa bercak di pakaian dalam. Bisa juga bercak lendir darah ini muncul ketika ibu hamil sedang buang air kecil.

Kedua, adalah keluarnya air ketuban dari kemaluan. Biasanya berupa air jernih, keluar tidak terasa (beda dengan air kencing). Terkadang keluar air ketuban tanpamemasuki proses persalinan ini disebut Ketuban Pecah Prematur. Umumnya jika ketuban pecah maka akan diikuti munculnya kontraksi rahim yang sering, kuat dan teratur.

Ketiga, adalah muncul kontraksi yang sering dan teratur, makin lama akan makin kuat dan lama. Nyeri yang muncul saat kontraksi rahim mirip seperti nyeri menstruasi/haid terasa di perut tembus menuju ke pinggang.

Tahap Pembukaan
Prose persalinan sendiri bisa dibagi menjaditiga tahap, yang masing-masing berbeda perannya.

Tahap 1,
ini dimulai dari mulut Rahim belum terbukasampai menipis dan membuka sempurna(pembukaan lengkap). Proses inidimulai dari serviks belum terbuka (0 cm), sampai pembukaan lengkap (10 cm). Periode ini pun dibagi lagi menjad idua: fase laten dan fase aktif.

Fase laten, dimulai dengan kontraksi ringan, serviks mulai membuka sedikit. Ibu masih bisa beraktivitas ringan. Faseaktif, jika kontraksi menjadi sangat kuat dansering, fase dimana perjuangan untukmelahirkan benar-benar terasa.Kontraksibiasanya sangat sering, bisa tiap 3-4 menit sekali, dengan tiap kontraksi bisa 40-60 detik atau lebih. Fase laten pada ibu hamil pertama bisa berlangsung 8-9 jam, sedang fase aktif berlangsung 5-6 jam. Pada hamil kedua biasanyaproses persalinan berlangsung lebih cepat.

Tahap Pengeluaran Bayi
Ketika pembukaan mulut Rahim sudah lengkap (10 cm), maka persalinan memasukitahap 2. Tahap 2 inilah proses perjuangan ibu mengeluarkan bayinya dari kemaluan. Dokter akan membantu ibu untuk mengejan/ mengeran untuk mengeluarkan bayi. ibu hamil akan merasa seperti ingin BAB, ada sensasi panas dan teregang pada vagina saat ini. Terkadang ada robekan pada jalan lahir, atau dokter yang mengunting (episiotomi) untuk memperlebar jalan lahir agar persalinan lebih mudah.

Pengaturan nafas dan tekhnik mengejan yang baik penting agar proses persalinan berjalan lebih mudah.

Tahap Pengeluaran Plasenta
Setelah bayi lahir, maka persalinan memasuki tahap 3 dimana dokter akan mengeluarkan ari-ari atau placenta dari kemaluan. Setelah selesai, maka dokter akan memeriksa Rahim, jalan lahir, memastikan tidak ada perdarahan pasca persalinan, termasuk menjahit bekas robekan jalan lahir tadi. Jika tidak ada perdarahan maka ibu hamil akan diawasi secara ketat minimal selaman2 jam kemudian.

Begitulah proses persalinan yang mesti dilalui ibu hamil saat mengeluarkan bayinya. Ibu hamil mesti menyiapkan mentaljika terjadi komplikasi, termasukjika persalinan gagal dan harus diakhiri dengan operasisesar.

Komplikasi
Perdarahan pasca salin pun tidak bisa diprediksi, jika terjadi risiko sampai operasi pun bisa muncul untuk menghentikan perdarahan tersebut.**(rud)