• Firdaus MT

PEKANBARU -- gaungriau.com -- Akhir-akhir ini kelompok perilaku seks menyimpang yang disebut LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) semakin marak dibumi melayu. Hal ini, tentu tidak sangat merisaukan para orang tua karena tidak sesuai dengan adat-istiadat dan ajaran agama.

Dari laporan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, keberadaan LGBT di Pekanbaru sudah mencapai 4 ribu orang.

"Kami menerima laporan, jika keberadaan LGBT di Pekanbaru sudah mencapai 4 ribu orang. Jumlah ini sangat pantastis," ujar Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru, HM Yusuf, ketika dihubungi, Ahad 18 November 2018 melalui telepon selulernya.

Menurut M Yusuf, perilaku menyimpang yang ditularkan oleh kelompok LGBT ini harus selalu diwaspadai. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Pekanbaru agar tetap waspada dan menjaga anak laki-laki yang rawan terjerumus perilaku menyimpang yang dilarang oleh agama.

"Selama ini pola pikir masyarakat yang perlu dijaga ekstra itu anak gadisnya. Namun, saat ini anak laki-laki juga perlu dijaga. Hal tersebut untuk mengawasi dan mencegah dampak negatif perilaku menyimpang LGBT ini. Kita harus selalu waspada dan terus bergerak melakukan pencegahan," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, MT mengaku prihatin dengan banyaknya kelompok LGBT di Kota Pekanbaru yang sudah mulai meresahkan masyarakat. Untuk itu, ia berharap agar para LGBT dapat kembali ke jalan yang benar.

"Tapi biar bagaimanapun, mereka ini juga manusia. Hanya saja mereka mempunyai kelainan seksual karena LGBT itu adalah penyakit. Kita juga harus memandang mereka sebagai saudara-saudara kita dan bertanggung jawab untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar," imbuh Firdaus.

Firdaus menambahkan bahwa LGBT merupakan perbuatan seks yang menyimpang. Untuk itu, perlu dilakukan pendekatan dan merangkul para penderitanya.

"Saya kira yang paling penting dilakukan itu adalah pendekatan bersama-sama mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Semua harus saling bersinergi dan mengkontrol," ujar Firdaus.

Ketika ditanya usulan berbagai pihak untuk membuat perda tentang LGBT. Firdaus mengaku jika perda LGBT ini bukanlah merupakan solusi. Namun, dengan melakukan pendekatan dan mempetakan mereka merupakan jalan terbaik.

"Usulan perda itu bagus, namun bukan solusi. Kita ingin para LGBT ini tobat, kembali kejalan yang benar serta tidak menularkan kebiasaan atau penyakit yang mereka derita dengan yang lainya apalagi generasi muda yang masih duduk dibangku sekolah. Ini yang perlu kita kawal, "tutupnya.**(saf)