• Wan Thamrin Hasyim

PEKANBARU -- gaungriau.com -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau akui penyelesaian jembatan Siak IV kemungkinan akan molor hingga Januari mendatang. Menurutnya, diantara faktor keterlambatan perampungan jembatan Siak IV tersebut selain karena cuaca, crane yang ada di lokasi pembangunan sempat beberapa kali ditembak petir.

Entah sedang bercanda atau tidak, namun menurut mantan Bupati Rokan Hilir ini posisi crane yang paling tinggi sangat rentan ditembak petir. Akibatnya, parkerjaan proyek lanjutan pembangun Siak IV itu pun terkendala.

"Ada yang kena petir crane-nya. Sudah berapa kali ditembak petir itu. Karena itu yang paling tinggi di sana," kata Plt Gubri, Wan Thamrin Hasyim, Rabu 21 November 2018.

Menurut Wan, soal keterlambatan penyelesaian lanjutan pembangunan Siak IV, maka kemungkinan konsekuensi bagi kontraktor akan ada denda. Karena memang sesuai dengan perjanjian kerja, sudah tuntas sampai akhir tahun ini.

"Mungkin nanti ada denda. Tapi kita akui memang kemungkinan besarnya selesai Januari 2019, tidak akhir tahun," ujarnya.

Ada pun progres lanjutan pembangunan fisik jembatan Siak IV saat ini pembangunan jembatan sudah pada tahap penyambungan bentang utama. Sedangkan jalan penghubung di pangkal jembatan, sudah selesai.

"Jalan yang menghubungkannya juga sudah selesai. Jalan baru sudah diaspal itu. Gelegar (bentang utama) sudah mulai tersambung," sebut mantan Bupati Rokan Hilir (Rohil) ini.

Dia juga menyebut, kehadiran Jembatan Siak IV ini, akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Di mana, jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek. Apalagi, jembatan ini langsung menghubungkan pengendara ke pintu tol Pekanbaru-Dumai.

"Kalau jembatan Siak IV itu terbuka, maka bisa langsung masuk ke pintu jalan tol Pekanbaru-Dumai. Dengan begitu maka pertumbuhan ekonomi di daerah Rumbai akan berkembang," ujarnya.

Dia berharap, Jembatan Siak IV itu bisa diresmikannya langsung. Sebab, pada Februari mendatang masa jabatannya telah berakhir. "Kalau Januari, masih bisa kita resmikan," sebutnya.**(jai)