• Komplek Ruko Abinaya Residence Tak Miliki IMB

PEKANBARU--gaungriau.com--Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru memastikan 20 pintu Ruko Abinaya Residence Jalan Bundo Kandung Keluruhan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki melanggar perizinan karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).


Pasalnya, ruko 2,5 lantai milik Pimpinan PT Asahan Jaya Bertuah Fitri Hariani tersebut jelas menyalahi perizinan IMB belum selesai, namun pembangunan sudah selesai, bahkan sudah dioperasionalkan dan diperjualbelikan atau dipindatangankan.


DPMPTSP Kota Pekanbaru siap untuk turun langsung melakukan penertiban dan penyegelan ruko yang sudah dioperasionalkan tersebut karena jelas diduga kuat juga tidak mengantongi izin usaha.


Bagian IMB DPMPTSP Kota Pekanbaru Baihaqie memastikan pengurusan IMB 20 pintu Abinaya Residence bermasalah karena ada syarat administrasi yang tidak lengkap yang tidak terpenuhi. Karena, jika semua persyaratan lengkap, lama proses pengurusan IMB selesai dalam sebulan. Sementara, pengurusan IMB 20 ruko Abinaya Residence sudah 2 tahun lebih belum selesai.


"(Bermasalah) biasanya iya, Kemungkinan ada beberapa dia tidak memenuhi persyaratan. Tapi, kalau tidak keluar juga memang ngak lolos persyaratannya," beber Baihaqie ketika ditanya wartawan, Jum'at 23 November 2018 di ruang kerjanya.


Pembangunan ruko 20 pintu Abinaya Residence tersebut jelas menyalahi perizinan. Karena, sesuai ketentuan yang berlaku seharusnya pembangunan ruko harus mengikuti gambar, gambar harus diselesaikan dulu setelah tidak ada masalah IMB selesai baru bangunan ruko bisa diselesaikan.


"Ya, gambar dulu lah. Produknya kan gambar, baru bangunan. (pembangunan di lapangan) kita ngak tahu itu, karena disini kita proses IMB," terangnya.


Ketika ditanya apa persyaratan surat menyurat yang tidak terpenuhi oleh pemilik ruko Abinaya Residence Fitri Hariani. Baihaki menyatakan, pihaknya tidak bisa mengecek atas nama, namun berdasarkan nomor pendaftaran pengurusan IMB, karena sudah menggunakan komputerisasi. Apalagi, pengurusan bisa saja atas nama orang lain baik pemilik modal ataupun yang memiliki tanah tersebut.


"Kalau namanya bisa saja sama, bisa saja dia mengajukan bukan atas nama dia. (Atas nama Fitri Hariani) Itu kan pengakuannya karena bisa jadi atas nama yang punya tanah, atas nama yang punya modal," terang Baihaqie.

Dijelaskannya, pihak DPMPTSP Kota Pekanbaru akan melihat berkas dari tanda terima, nomor pendaftaran pengurusan IMB. Kemudian, dilakukan pengecekan dengan komputer yang sistimnya sudah menggunakan sistim komputerisasi.


"Kalau atas nama saja sulit, karena berdasarkan sistem komputerisasi, sehingga apa permasalahannya bisa dilihat disitu," tandas Baihaqie.


Sementara itu, Kabag Pengaduan Kebijakan dan Pelayanan DPMPTSP Kota Pekanbaru Quarte Rudianto menegaskan, pihaknya siap turun dan melakukan penertiban bersama pihak terkait jika memang terjadi pelanggaran perizinannatau bangunan tidak memiliki IMB.


Senada disampaikan Staff Lapangan Pengaduan Kebijakan dan Pelayanan DPMPTSP Wendi. Wendi menegaskan, setelah menerima adanya informasi maka akan turun ke lapangan dan pemilik dipanggil diberi peringatan dua kali untuk segera menyelesaikan permasalahan perizinan mereka. Kemudian, jika Tidak diselesaikan.


"Maka, kami bersama Satpol PP untuk melakukan penertiban dengan melakukan penyegelan ruko yang tidak memiliki izin tersebut," tegas Wendi.

Pemko Pekanbaru siap menindak tegas terhadap ruko-ruko dan bangunan yang berdiri tanpa memiliki IMB mulai dari penyelegelan sampai melakukan eksekusi di lapangan.


"Baru-baru ini, kita juga sudah lakukan penyegelan ruko yang juga tidak memiliki IMB," ujar Wendi.


Sebelumnya, Pengembang Abinaya Residence Pimpinan PT Asahan Jaya Residence Fitri Hariani mengaku, proses pemecahan IMB Ruko sebanyak 20 pintu 2,5 lantai yang dibangun PT Asahan Jaya Bertuah masih bermasalah dan dalam proses. Bahkan, proses dua tahun pemecahan IMB tidak dapat diselesaikan karena berbagai masalah sejak pengurusan dilakukan di Dinas Tata Ruang Kota Pekanbaru, sampai sekarang pengurusan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru tak kunjung selesai.

"(Masalah) awalnya dokumen, gambarnya bolak balik salah, bolak-balik salah. Terakhir berkas itu hilang di tim tabg (tim ahli bangunan gedung) karena pindah-pindah kemarin. Saya masukin yang baru lagi," jelas Fitri ketika ditanya permasalahan izin kompleks ruko Abinaya Residence tersebut.


Ironisnya lagi, pembangunan ruko sudah selesai sebagian bsar, bahkan sudah dioperasionalkan dan sudah dipindahtangankan, namun pemecahan IMB belum selesai dan masih dalam proses perbaikan gambar.

"Itu punya konsumen sendiri," ujar Fitri.


Tidak hanya itu, dalam pembangunan Ruko tersebut juga ada dibangun kos-kosan yang akan diperjualbelikan kepada konsumen.

"(Kos-kosan) rencana. (diperjualbelikan) iyalah ngak saya," beber Fitri.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru M. Jamil menegaskan sesuai ketentuan yang berlaku pemecahan IMB harusnya diselesaikan dulu untuk pembangunan ruko tersebut. Setelah itu semua selesai baru bisa dipindahtangankan dan dioperasionalkan. Proses pengurusan IMB tidak sampai dua tahun jika tidak ada masalah dan semua syarat dipenuhi.


"Kenapa jual beli, IMB belum selesai lagi. Mungkin ada masalah itu GSB, gambarnya atau ada apa itu.Itu seharusnya urus secepatnya ke TABG (Tim Ahli Bangunan Gedung)," ujar Jamil.


Dijelaskannya, sebelum pembangunan ruko selesai harusnya pemecahan IMB sudah tuntas dan setelah itu baru bisa dipindahtangankan dan dioperasionalkan.

"Sekarang, berarti belum ada pecahan (imb) jatuhnya.Urus dulu, siapkan gambar, sempadan. Surat tanah pbb. Masukan kesini nanti kita opor ke tabg," terang Jamil. ** (rud)