PEKANBARU -- gaungriau.com -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memberi waktu selama satu minggu kepada para pedagang yang berjualan dipinggir jalan agar pindah kedalam bangunan Pasar Higienis. Senin 26 November 2018

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Suhardi mengatakan bahwa penundaan untuk penggusuran ini dilakukan agar pedagang bisa pindah dengan kesadarannya tanda harus ditertibkan.

"Belum kita lakukan penertiban. Saat ini, kita masih berusaha untuk persuasif dulu kepada para pedagang," ujarnya.

Menurut Suhardi, pihaknya dalam satu minggu ini akan memberi himbauan agar pedagang mau pindah tanpa ada penggusuran dari aparat penegak perda yakni Satpol PP.

"Lebih kurang kita kasih waktu satu minggu lah kepada pedagang agar mau berjualan di dalam. Lewat dari itu, kita akan serahkan sepenuhnya tanggung jawab Satpol PP Pekanbaru untuk menertibkannya," terangnya.

Suhardi mengklaim, jika saat ini beberapa pedagang sudah mulai melakukan pendaftaran kepada pihaknya untuk dapat menempati kios maupun los untuk berjualan di dalam Pasar Higienis.

"Tadi kita sudah mulai buka pendaftaran di lokasi langsung. Beberapa pedagang sudah ada yang mendaftar. Untuk jumlah pastinya kita belum tahu," tuturnya.

Ditempat terpisah, Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono, mengatakan bahwa saat ini pihaknya kembali menurunkan petugas Satpol PP Kota Pekanbaru ke Pasar Teratai untuk menyebarkan surat peringatan larangan berjualan bagi PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Alamudinsyah dan Seroja.

"Ini merupakan surat peringatan ketiga yang dilayangkan kepada pedagang untuk segera mengosongkan lapaknya. Sebab mereka berjualan ditempat yang dilarang yakni pinggir jalan dan di atas trotoar, sehingga menganggu kelancaran lalu lintas. Ini fasilitas umum bukan untuk berjualan, "ungkapnya.

Agus menambahkan, jika para PKL masih membandel dan tetap berjualan disepanjang jalan tersebut. Maka pihaknya akan melakukan penertiban dan penggusuran.

"Kalau mereka (pedagang red) tidak mau pindah secara mandiri, maka kita akan lakukan pemindahan secara paksa atau penggusuran," tegasnya.**(saf)