BENGKALIS -- gaungriau.com -- Agenda putusan sidang pemerkosaan kepada anak kandung sendiri di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, yang semula digelar hari ini ditunda, lantaran salah satu majelis hakim sedang sakit, Kamis 29 November 2018.

Hal ini disampaikan Jaksa Menuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Irvan Rahmadani Prayogo SH, bahwa sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Rizky Musmar, SH dan dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola.

“Namun, Hakim anggota bapak Wimmi D. Simarmata, SH kini sedang sakit, sehingga sidang putusan ditunda pekan pada hari yang sama. Dan kita berharap beliau bisa cepat sembuh, sehingga agenda putusan pekan depan bisa terlaksana, “ujarnya di PN Bengkalis.

Sebelumnya, terdakwa JR (47) yang diringkus pihak Kepolisian pada 04 Juni 2018 lalu, telah dituntut JPU Kejari Bengkalis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, karena terbukti bersalah melakukan pencabulan terhadap anak kandung sendiri selama tiga tahun berturut-turut sejak berumur 13-16 tahun.

Seorang ayah yang tega melakukan pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri ini terungkap, setelah ibu korban (mantan istri pelaku) mendapat laporan dari anaknya sendiri (korban), bahwa sudah sering kali dicabuli oleh ayahnya selama kurang lebih tiga tahun secara berturut-turut.

Saat diinterogasi oleh Penyidik PPA Kepolisian Polres Bengkalis, pelaku mengaku telah bercerai dengan istrinya di tahun 2007 silam, anak gadis hasil dengan mantan Istri, ikut dengan ayahnya (pelaku).

Sedangkan pelaku telah melakukan pemerkosaan terhadap anak gadisnya tersebut, diakuinya melakukan seminggu satu kali dari tahun 2015, dari sejak SMP kelas I sampai kelas III.

Bahkan, pelaku mengaku melakukan pemerkosaan terhadap anak gadisnya dibawah umur tersebut dikarenakan pengaruh minuman keras. Dan pelaku yang mengaku pekerja THL di Kecamatan Bantan tersebut, untuk menghindari agar anaknya tidak sampai hamil, dengan memakai kondom.

JPU selain menuntut hukuman penjara 20 tahun, terdakwa juga dikenakan denda 5 Milyar atau subsider 6 bulan penjara. Karena telah melanggar Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 76 huruf D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.**(man)