PEKANBARU -- gaungriau.com -- Berbagai Penghargaan prestasi akademik diberikan kepada Dosen dan Mahasiswa pada malam Anugerah Communication Award (COMA) 2.0 Tahun 2018 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (Fikom UIR). Rabu 5 Desember 2018 malam.

Penghargaan itu diserahkan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr H Syafhendry, Wakil Rektor III Ir Rosyadi, Sekiretaris YLPI Sudarno Hasan serta Dekan Fikom Dr Abdul Aziz pada malam puncak COMA di Gedung Teater Idrus Tintin Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru.

Suasana meriah malam COMA telah terasa begitu undangan masuk pintu utama di lantai dua. Lighting berwarna warni seakan turut menuntun tamu masuk hingga duduk di kursi teater, membuat suasana terasa semarak. Suasana makin meriah setelah tiga master of ceremony membuka acara dengan kocok. Tak ada waktu terbuang mubazir. Untaian acara ke acara dikemas sedemikian rupa tanpa jeda dari awal sampai akhir.

Layaknya kemasan acara awarding, anugerah ke anugerah dibaca oleh sepasang mahasiswa berselempang duta sesuai kategori. Masing-masing kategori diselingi dengan nominator yang disiarkan berurut pada layar berukuran besar di panggung utama. Tak kurang COMA 2.0 memberi 15 anugerah kepada mahasiswa dan dosen yang berprestasi.

Menurut Wakil Dekan III Fikom Eko Hero yang juga Ketua Panitia Pelaksana, anugerah diberi secara selektif kepada mahasiswa yang benar-benar berprestasi baik prestasi internal maupun di luar kampus. Prestasi itu, kata Eko, harus mereka tunjukkan melalui lembaran certifikat sebanyak-banyaknya.

''Setelah itu kita beri kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk menentukan pilihan siapa diantara nominator yang mereka unggulkan,'' kata Eko.

Dekan FIKOM Dr Abdul Aziz terpilih sebagai dosen terpavorit pria, sementara dosen terpavorit wanita Cutra Aslinda. Di luar itu Dyah Phithaloka menjadi dosen terfashionable. Eko Hero dinobatkan sebagai dosen zaman now. Karyawan terpavorit jatuh kepada Ikhsan.

COMA juga memberi penghargaan kepada mahasiswa untuk kategori mahasiswa inspiratif (Theo Agung), mahasiswa berprestasi (Bobby Salim Malik0, mahasiswa teraktif (Ryo Gunawan). Anggota BEM terbaik Dwi Gusti Zulanda, anggota AVF terbaik Alpin Suhendi, anggota FSI terbaik Wafian Haniyah dan mahasiswa evorcomm terbaik Reno Aprian.

Masing-masing kategori telah ditentukan kriterianya. Misalnya mahasiswa berprestasi dipilih oleh mahasiswa karena kreatifitasnya. Begitu pun mahasiswa inspiratif, mereka diberi penghargaan atas prestasinya di dalam dan di luar kampus. Mampu memberi ilmu dan membagi ilmunya itu kepada mahasiswa lain. Serta dapat menjadi contoh bagi mahasiswa. Untuk kategori teraktif, penerima award harus memiliki waktu mengikuti kegiatan organisasi di kampus.

''Fikom hebat. Fikom luar biasa. Saya salut dengan kegiatan ini. Tingkatkan terus bila perlu sampai ke tingkat nasional,'' komentar Wakil Rektor I Dr Syafhendry atas qanugerah COMA tahun ini.**(rls)