PEKANBARU -- gaungriau.com -- Mengangkat tema tentang Rasionalitas dan Iman di Era Post Truth, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti kuliah umum, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Dr. H Robby Habiba Abror, M.Hum, didaulat menjadi narasumber dalam acara yang diadakan Jumat 14 Desember 2018, di kampus Umri tersebut.

Dalam pemaparannya, Robby menjelaskan bahwa era post truth merupakan masa dimana tiap orang bebas memproduksi kebenaran. Bahkan, mempercayai bahwa opini yang ia sampaikan itu merupakan sebuah kebenaran.

Opini tersebut salah satunya bisa terlihat dari status yang dibuat orang di media sosialnya. Dalam status itu, orang kerap menganggap opininya merupakan sebuah kebenaran. Yaitu kebenaran yang ia yakini benar sendiri. Alhasil, ketika ada orang lain yang berbeda pendapat, kerap dianggap sebagai musuh. Lalu diblokir dari pertemanan di media sosial.

Era post truth itu juga mengabaikan rasionalitas dalam berpikir. Padahal, seharusnya rasionalitas yang diharapkan adalah yang tidak mengabaikan iman dalam memproduksi opini.

"Karena memproduksi opini tak bisa dihindari. Tiap orang bisa jadi pabrik opini dan menganggap itu kebenaran. Padahal belum tentu benar. Karena seringkali mengabaikan objektivitas sebagai fakta," kata dia.

Akibatnya, rasionalitas yang tidak diterangi cahaya iman malah bisa tergelincir dalam subjektivitas. Kondisi ini bisa disebut juga dengan kebohongan yang melampaui batas. Jika tidak mampu mengantisipasi era post truth ini, maka mahasiswa atau pihak manapun akan mudah tenggelam dalam samudera kebohongan atau hoax.

"Karena itu, tugas mahasiswa adalah menjaga rasionalitas dalam nyala iman. Sehingga senantiasa disinari oleh ajaran agama. Rasionalitas jangan dikalahkan emosi, kebohongan dan kepentingan. Artinya rasionalitas harus menjunjung tinggi ajaran ketuhanan sebagai yang maha benar," tambah Robby.

Untuk itu, mahasiswa didorong tidak mudah menyerah pada kedangkalan pemahaman akan kebenaran. Karena yang terjadi nanti malah jadi percaya pada mitos-mitos atas kebenaran. Bukan objektivitas sebagai fakta kebenaran.

"Tapi kalau memegang Alquran dan hadist dalam beropini, saya yakin ini efektif bagi setiap orang untuk menyadari serta menjalani kebenaran itu. Memegang teguh ajaran Alquran ataupun kitab suci apapun bagi pemeluk agama lainnya tidak akan bisa membuat mereka tergelincir dalam opini yang salah.

Sementara Wakil Rektor III Umri dr Taswin Yacob mengapresiasi kuliah umum yang disampaikan Robby tersebut. Menurut dia, kesempatan ini sangat langka karena materi yang dipaparkan dalam kuliah umum memang diberikan oleh narasumber yang mumpuni.

"Semoga kuliah umum ini memberi manfaat bagi kita semua. Seraplah ilmunya untuk memperkaya wawasan kita,"ubgkapnya.**(mad)