PEKANBARU -- gaungriau.com -- Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhamamdiyah, Prof. Dr. H. Chairil Anwar mengatakan bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah (PTMA) tidak hanya sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, tapi juga bagian dari memperkuat Al Islam Kemuhammadiyahan.

Hal itu disampaikan Chairil dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Training of Trainer (ToT), studi Etnografi cepat dalam KKN Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah, Jumat 14 Desember 2018 siang di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri).

"Disamping menggelar KKN diwilayah atau daerah tempat PTMA berada, ada juga digelar KKN Muhammadiyah, dimana peserta nya adalah gabungan dari Mahasiswa di PTMA, tahun mendatang akan dilaksanakan di Bengkulu," jelasnya.

Chairil menjelaskan, pelaksanaan KKN bagi PTMA adalah bagian dari pengenalan oleh mahasiswa tentang ragam budaya dan adat dimasing-masing daerah yang jumlahnya ada ratusan di Indonesia. Karena keberagaman itu juga salah satu yang mempersatukan Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini adalah bagian penting bagi Mahasiswa untuk mengetahui keanekaragaman suku bangsa, mereka diharapkan mampu mengenali apa yang bolh dan tidak boleh dilakukan di suatu daerah tempat mereka melaksanakan KKN. Dan ini sebenarnya bisa juga berlanjut, hingga dijadikan penelitian," ujarnya.

Sementara Wakil Rektor III Umri dr Taswin Yacob, menyebut pelaksanaan KKN bagi Mahasiswa Umri berbeda dengan universitas lainnya. Dimana umri mengadakan KKN Award, penilaian dari kegiatan itu sudah dilakukan sejak Mahasiswa yang melaksanakan KKN saat membuat proposal.

"KKN Award ini sudah kita laksanakan pada tahun ini, dimana ada banyak kriteria penilaian yang dilakukan, dan pemenangnya diberi reward, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah Provinsi Riau yang saat itu langsung disampaikan oleh pak Gubernur," ujar Taswin.

Taswin saat itu dihadapan peserta dari PTMA seluruh Indonesia bahwa saat ini Umri telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan terutama dari jumlah Mahasiswa yang sudah mencapai 7 ribu lebih.

"Untuk Provinsi Riau, dalam jumlah penerimaan Mahasiswa tahun ini kita berada diposisi ke dua setelag UIR, kita sudah mampu melampaui Unilak yang sebelumnya berada diatas kita," pungkasnya.**(mad)